Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Syariah Indonesia atau Allianz Syariah telah menyusun proyeksi bisnis dalam 10 tahun mendatang lantaran bisnis asuransi bukan bersifat mendatangkan profit dalam waktu dekat. Bisnisnya harus dibangun secara lengkap dan mempunyai karakter jangka panjang.
“10 tahun mendatang itu merupakan prospek bisnis yang kita lihat. Kenapa? Karena bisnis asuransi bukan FMCG (Fast Moving Consumer Goods), yang quick profit. It’s a long-term business,” kata Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus, dikutip dari Youtube Media Asuransi, Kamis, 19 Maret 2026.
|Baca juga: Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar
|Baca juga: Bos Sun Life: Eksekusi dari Pemimpin Asuransi Lebih Penting daripada Strategi
“It shouldn’t be viewed as a short-term profit, tapi it should be viewed as a long-term business. So, that’s why we did a 10 year business projection,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, Allianz Syariah juga melihat peluang bisnis melalui jalur distribusi lainnya sesudah melakukan spin-off atau pemisahan dari induk usaha. pasalnya, saat masih berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS), mayoritas bisnis Allianz Syariah dikontribusikan dari agen asuransi.
|Baca juga: Asuransi Jiwa Beralih ke SBN saat IHSG-Rupiah Lesu, Bos Ajaib: untuk Dapatkan Pendapatan Lebih
|Baca juga: Investor Institusional Mulai Hengkang dari Pasar Modal, Begini Kata Bos Ajaib!
“Pada saat unit usaha syariah, the majority of our business, about 95 persen is actually agency. Jadi, fondasi distribusi sudah ada, tapi is there any potential business opportunity out there, be it bancassurance or other distribution channel yang kita bisa tap, sehingga kita tidak terlalu rely on single distribution strategy,” tukasnya.
Selain itu, Allianz Syariah juga terus membuka peluang dalam rangka memaksimalkan bisnis termasuk menilai bagaimana kompetitor menjalankan bisnisnya. “Kemudian, of course, kita juga melihat, is there any emergent acquisition opportunity to the competitor,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
