1
1

Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar

Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Syariah Indonesia atau Allianz Syariah menilai berdasarkan studi kelayakan spin-off yang dilakukan memperlihatkan peluang dan potensi bisnis asuransi syariah terbuka cukup lebar di Indonesia. Hal itu yang membuat Allianz Syariah yang awalnya berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS) melakukan spin-off

“Ini merupakan studi kelayakan spin-off yang telah kami lakukan. Jadi, externally, we look at the market condition, is the potential there? The answer is yes. The market potential is huge, fast,” kata Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus, dikutip dari Youtube Media Asuransi, Senin, 16 Maret 2026.

|Baca juga: Asuransi Jiwa Beralih ke SBN saat IHSG-Rupiah Lesu, Bos Ajaib: untuk Dapatkan Pendapatan Lebih

|Baca juga: Investor Institusional Mulai Hengkang dari Pasar Modal, Begini Kata Bos Ajaib!

Selain kondisi pasar, lanjutnya, Allianz Syariah juga melihat sisi daya beli masyarakat dan segmentasi pasar. Dari studi yang dilakukan, tambahnya, terlihat memang daya beli masyarakat terbilang besar dengan didukung jumlah populasi Muslim yang terbilang besar di Indonesia.

“Daya beli masyarakat dan segmentasi pasar? Daya beli masyarakat, yes, huge at that point of time. Segmentasi pasar, bagaimana kita memposisikan Allianz Syariah along with Allianz Life, which is the conventional side. Ini relate banget bahwa strategi pascaspin-off itu sangat-sangat penting,” tuturnya.

Dengan melihat peluang pasar dan segmentasi pasar, lanjutnya, maka penting bagi Allianz Syariah untuk melakukan pemetaan terkait posisi sesudah spin-off dan saat masih menjadi UUS. Harapannya pemetaan yang semakin matang bisa menggarap potensi bisnis yang terbilang besar di Tanah Air.

|Baca juga: AAUI Usul Iuran Penjaminan Polis Dihitung dari Premi Neto

|Baca juga: AAUI Dorong Program Penjaminan Polis Segera Berjalan Demi Pulihkan Kepercayaan Publik

“Jadi, ketika kita melihat peluang pasar, ketika kita melihat segmentasi pasar, it’s very important to map out what is our position, what is our proposition, compared to pada saat kita masih unit, dan ketika kita disandingkan dengan induk kita, which is the conventional side,” ucapnya.

Sedangkan terkait persaingan bisnis, masih kata Jazilah, Allianz Syariah melihat tantangan apa yang harus dihadapi. “Kemudian, kita melihat persaingan bisnis, asuransi syariah seperti apa, kemudian tantangan-tantangan yang akan dihadapi. Ini external factor,” pungkasnya.

Selain faktor eksternal, dirinya mengaku, Allianz Syariah juga memasukkan faktor internal baik terkait kinerja bisnis, Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, ketersediaan teknologi yang menjawab permasalahan, maupun proses bisnis di masa mendatang.

Internal factor, kita juga melihat kinerja bisnis. Is it big enough? Is it profitable enough? Kemudian, do we have the right talent? Do we have enough talent pool in the market? Is the technology fast enough untuk proses bisnis perusahaan ini? Kemudian, yang kita lihat juga adalah future,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kesenjangan Perlindungan Siber di Kawasan Asia-Pasifik (APAC) Semakin Melebar
Next Post Bos Sun Life: Eksekusi dari Pemimpin Asuransi Lebih Penting daripada Strategi

Member Login

or