Media Asuransi, JAKARTA – PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia) menggandeng PT Bank DBS Indonesia sebagai mitra distribusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi investasi global berbasis USD dengan melalui dua produk reksa dana unggulannya, yakni Reksa Dana Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar Fund dan Reksa Dana Allianz USD Fixed Income Fund.
Kemitraan yang berkelanjutan dengan Bank DBS Indonesia mencerminkan keselarasan visi AllianzGI dalam menghadirkan solusi investasi yang bernilai tambah bagi investor. ‘’Kami berharap kolaborasi ini dapat terus mendukung kebutuhan diversifikasi dan tujuan investasi jangka panjang investor Indonesia,” ungkap Presiden Direktur AllianzGI Indonesia Aliyahdin Saugi dalam keterangannya, Selasa, 20 Januari 2026.
|Baca juga: Allianz Global: Siap-siap, Permintaan Asuransi Professional Indemnity akan Meningkat
Di Indonesia, industri reksa dana syariah menunjukkan pertumbuhan yang semakin signifikan. Berdasarkan data Infovesta, sepanjang 2025 dana kelolaan reksa dana syariah tumbuh sekitar 74,6 persen secara tahunan.
Meskipun dana kelolaannya relatif stagnan dengan koreksi ringan sekitar 4 persen YoY, mencerminkan sikap investor yang lebih selektif dan defensif di tengah volatilitas pasar. Di sisi lain, minat terhadap eksposur saham syariah global tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan reksa dana syariah offshore yang meningkat sekitar 21 persen secara tahunan. Tren ini memperkuat relevansi solusi investasi syariah global dan berbasis USD bagi investor Indonesia.
|Baca juga: Allianz Bersiap Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global dan Nasional
Kedua produk reksa dana ini masing-masing hadir untuk memberikan alternatif diversifikasi portofolio untuk investor yang membutuhkan investasi saham global berbasis syariah dan pendapatan tetap berbasis USD.
‘’Dengan dukungan mitra distribusi strategis seperti Bank DBS Indonesia, kami optimistis produk ini dapat memenuhi kebutuhan investor akan solusi investasi global yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada tujuan jangka panjang,” jelas Aliyahdin Saugi.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menambahkan, mengelola aset di tengah ketidakpastian pasar global bukan sekadar reaktif terhadap fluktuasi, melainkan tentang menyusun strategi yang terukur dan adaptif. ‘’Melalui kemitraan strategis ini, kami menghadirkan perspektif global dan solusi investasi yang lebih terintegrasi, sehingga nasabah dapat menavigasi portofolio dengan presisi dan memaksimalkan potensi jangka panjang tanpa kehilangan arah di tengah kompleksitas ekonomi yang terus berkembang,” ujarnya.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
