1
1

APPARINDO Respons Positif Proyeksi OJK soal Pertumbuhan Aset Industri Asuransi 7% di 2026

Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) menyambut optimistis proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperkirakan pertumbuhan aset industri asuransi pada 2026 berada di kisaran 5-7 persen.

Asosiasi menilai target tersebut realistis dengan catatan adanya peningkatan relevansi dan keterlibatan industri asuransi di berbagai sektor ekonomi. APPARINDO menilai pertumbuhan aset industri asuransi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pelaku industri dalam menciptakan nilai tambah dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam hal ini, Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara menyampaikan, peran pialang asuransi dinilai semakin strategis. Asosiasi mendukung target pertumbuhan yang disampaikan regulator, bahkan menilai industri memiliki ruang untuk tumbuh lebih tinggi apabila tingkat engagement dengan sektor lain dapat ditingkatkan.

“OJK memproyeksikan pertumbuhan lima persen sampai tujuh persen, dan kami siap mendukung itu selama industri asuransi bisa lebih engage dan relevan,” kata Billy, sapaan akrabnya, di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurutnya, relevansi menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan aset. Ketika industri asuransi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas ekonomi dan program strategis maka permintaan terhadap produk dan layanan asuransi akan meningkat secara alami.

|Baca juga: Asuransi Jasa Tania (ASJT) Tegaskan Status Pengendali Berada di Bawah Naungan BUMN

|Baca juga: Laba Bersih BTN (BBTN) Tembus Rp3,5 Triliun di 2025, Tumbuh 16,4%

Billy menilai peningkatan literasi dan inklusi asuransi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi modal penting bagi pertumbuhan industri ke depan. Namun, literasi saja tidak cukup tanpa adanya keterkaitan nyata antara asuransi dan kebutuhan masyarakat.

Bigger portion itu bukan soal mengambil porsi orang lain, tapi soal bagaimana kita membangun nilai karena kita relevan dan bisa memberi solusi,” ujarnya.

APPARINDO melihat peluang besar dari keterlibatan asuransi dalam berbagai proyek berskala besar dan sektor produktif. Pialang asuransi dinilai berperan penting dalam memastikan risiko-risiko tersebut dikelola secara tepat.

Selain itu, APPARINDO juga menilai pertumbuhan aset industri asuransi perlu ditopang oleh kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, asosiasi mendorong peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi pialang agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin kompleks.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BCA Lanjutkan Ekspansi Kantor Cabang di Era Digital, Bidik Wilayah Indonesia Timur
Next Post APPARINDO Perkuat Kepatuhan saat Aturan Industri Asuransi Kian Ketat

Member Login

or