Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) mengingatkan pentingnya perlindungan selama perjalanan di tengah tingginya mobilitas dan potensi risiko di jalan kepada masyarakat saat memasuki puncak arus balik Lebaran 2026.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan fase arus balik memiliki karakteristik risiko yang berbeda, terutama akibat kondisi fisik pemudik yang cenderung menurun setelah perjalanan panjang.
“Arus balik memiliki tingkat risiko yang tidak kalah tinggi dibandingkan dengan arus mudik. Faktor kelelahan, penurunan konsentrasi, serta lonjakan volume kendaraan menjadi kombinasi yang perlu diantisipasi secara serius,” ujar Brellian, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Maret 2026.
|Baca juga: OJK Ungkap Penempatan Investasi Industri Asuransi di Instrumen Emas Masih Kecil
|Baca juga: Bos OJK Ungkap Update Program Penjaminan Polis Asuransi
“Dalam kondisi ini, perlindungan asuransi menjadi penting untuk memberikan rasa aman selama perjalanan,” tambah Brellian.
Berdasarkan data Korlantas Polri, periode arus mudik dan balik Lebaran secara konsisten menjadi salah satu momen dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi dalam setahun, yang didominasi oleh faktor human error seperti kelelahan dan kurangnya kewaspadaan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko, Asuransi Jasindo bersama entitas IFG Group dalam program mudik bersama memberikan perlindungan kecelakaan diri. Langkah itu dengan nilai pertanggungan hingga Rp100 juta yang mencakup risiko meninggal dunia, cacat tetap total, serta biaya perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan.
|Baca juga: Presdir BCA Hendra Lembong Borong Saham BBCA
|Baca juga: OJK Yakin Pembangunan Kampung Nelayan Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi
Ia menambahkan momentum arus balik menjadi pengingat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan masih perlu terus diperkuat, terutama di tengah tingginya mobilitas musiman seperti Lebaran.
“Asuransi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan perjalanan, bukan sekadar pilihan tambahan. Dengan perlindungan yang memadai, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang di tengah berbagai potensi risiko,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
