Media Assuransi, JAKARTA – Industri asuransi syariah di Indonesia mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 5,62 persen year on year (yoy) per September 2025. Nilai aset industri asuransi syariah meningkat dari Rp46,44 triliun pada September 2024 menjadi Rp49,05 triliun pada September 2025.
Dikutip dari website Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Kamis, 8 Januari 2025, disebutkan bahwa peningkatan aset ini mengindikasikan bahwa industri tetap berada pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan, di tengah tantangan dan ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan aset ini juga mencerminkan kepercayaan yang kuat dari masyarakat terhadap produk dan layanan asuransi syariah.
|Baca juga: Aset Investasi Asuransi Syariah Naik 5,25%
Asuransi jiwa syariah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 6,16 persen yoy, dari Rp34,04 triliun per September 2024 menjadi Rp36,13 triliun per September 2025. Aset sektor asuransi jiwa syariah ini mencapai sekitar 73,7 persen dari total aset industri, yang menegaskan perannya sebagai fondasi utama stabilitas keuangan syariah.
|Baca juga: Generasi Z Adopsi Gaya Hidup Halal, Dorong Pertumbuhan Asuransi Syariah di Indonesia
Sedangkan asuransi umum syariah mencatatkan pertumbuhan aset 7,08 persen yoy, meningkat dari Rp9,32 triliun per September 2024 menjadi Rp9,98 triliun per September 2025. AASI menilai, pertumbuhan aset yang signifikan ini dinilai mengindikasikan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi umum syariah.
Sementara itu, pertumbuhan aset industri reasuransi syariah justru terkontraksi 4,67 persen yoy, yakni turun dari Rp3,07 triliun per September 2024 menjadi Rp2,93 triliun per September 2025. Dalam penilaian AASI, penurunan ini mengindikasikan bahwa sektor reasuransi sedang dalam fase konsolidasi aset, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan pengelolaan risiko yang lebih cermat.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
