Media Asuransi, JAKARTA – Industri asuransi syariah di Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan aset melalui investasi. Nilai investasi yang tumbuh, mencerminkan kemampuan industri dalam mengelola portofolio investasi secara efektif, serta memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan nilai aset secara berkelanjutan.
Dikutip dari laman Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, Rabu, 7 Januari 2026, nilai investasi asuransi syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,25 persen year on year (yoy). Nilainya meningkat dari Rp36,74 triliun pada September 2024 menjadi Rp38,67 triliun per September 2025.
|Baca juga: Proyeksi Asuransi Syariah 2026: Pelaku Usaha Yakin Kontribusi Tumbuh Double Digit
Sektor asuransi jiwa syariah terus menjadi lokomotif utama dalam pertumbuhan investasi, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,57 persen yoy. Nilainya meningkat dari Rp27,31 triliun pada September 2024 menjadi Rp28,56 triliun di September 2025.
Kontribusi sektor ini mencapai sekitar 73,8 persen dari total investasi industri, menegaskan perannya sebagai pilar utama dalam akumulasi aset produktif. Pertumbuhan yang stabil dan terukur ini mencerminkan pendekatan investasi yang hati-hati dan berorientasi pada jangka panjang.
|Baca juga: AASI Ungkap Isu yang Melanda Asuransi Syariah di 2025, Apa Saja?
Sedangkan sektor asuransi umum syariah mencatatkan pertumbuhan investasi sebesar 8,16 persen yoy, meningkat dari Rp7,02 triliun per September 2024 menjadi Rp7,59 triliun pada September 2025. Pertumbuhan yang signifikan ini mengindikasikan penguatan portofolio dan potensi peningkatan daya saing di pasar.
Sementara itu, sektor reasuransi syariah mencatatkan pertumbuhan investasi sebesar 4,46 persen yoy, meningkat dari Rp2,40 triliun per September 2024 menjadi Rp2,50 triliun pada September 2025.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
