1
1

Asrinda Re-Brokers Angkat Daya Wulandari Jadi Direktur Operasional

Daya Wulandari diangkat sebagai Direktur Operasional Asrinda Re-Brokers. | Foto: Asrinda Re-Brokers

Media Asuransi, JAKARTA – PT Asrinda Arthasangga Reinsurance Brokers (Asrinda Re-Brokers) resmi memperkuat struktur kepemimpinan perusahaan dengan mengangkat Daya Wulandari sebagai direktur operasional.

Pengangkatan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-151/PD.02/2026. Sebelumnya, penetapan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada Selasa, 20 Januari 2026, untuk masa jabatan periode 2026 hingga 2031.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara di Tengah Ketegangan Geopolitik

|Baca juga: Terpilih Kembali Jadi Ketua AAUI, Begini Arah Kebijakan Budi Herawan di Periode 2026-2030

Sebelum menjabat sebagai direktur operasional, Daya Wulandari merupakan Vice President Marketing Asrinda Re-Brokers. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perasuransian, dengan kompetensi dalam pengembangan bisnis serta pengelolaan hubungan dengan mitra industri.

|Baca juga: Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang

|Baca juga: Jangan Asal Pilih, Kamu Wajib Cermat Pilih Asuransi Perjalanan

Pengangkatan ini juga menjadi momen penting bagi perusahaan. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 35 tahun sejak berdiri, posisi direksi diisi oleh seorang perempuan. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong keberagaman dan kesetaraan, serta memperkuat kepemimpinan yang profesional dan inklusif.

|Baca juga: Penguatan Ekonomi Syariah Difokuskan Lewat UMKM dan Koperasi Desa

|Baca juga: Prediksi IHSG dan 6 Rekomendasi Saham Pilihan di Awal Pekan

Dengan penunjukan tersebut, susunan Direksi Asrinda Re-Brokers kini telah lengkap, yakni Rudolf Rolando Meiandro sebagai direktur utama dan Daya Wulandari sebagai direktur operasional.

|Baca juga: OJK Sebut Potensi Ekonomi Syariah di Indonesia Besar, tapi Belum Maksimal

|Baca juga: Tumbuh di Tengah Tekanan Global, OJK Catat Aset Keuangan Syariah Capai Rp3.100 Triliun di 2025

Manajemen meyakini komposisi kepemimpinan ini akan memperkuat langkah perusahaan dalam menjalankan perannya sebagai pialang reasuransi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Harga Saham Melejit dalam 2 Bulan, OJK Diminta Selidiki Dugaan Permainan Saham Gorengan!
Next Post Eskalasi Iran vs AS-Israel Berpotensi Menjalar ke Industri Keuangan RI, Bos OJK Kasih Warning Ini!

Member Login

or