Media Asuransi, JAKARTA – Lembaga jasa keuangan terintegrasi Avrist Group, terdiri dari Avrist Assurance, Avrist General Insurance, Avrist Asset Management, dan DPLK Avrist, menggelar Avrist Group Financial Forum 2026 bertajuk “Synergy for Sustainable Growth: Driving Transformation through Quality, Service, and Compliance”.
Sebuah forum strategis yang menghadirkan asosiasi, pelaku industri, mitra bisnis, serta nasabah untuk membahas transformasi industri jasa keuangan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
|Baca juga: DPLK Avrist Luncurkan SiPURNA
Direktur Bisnis PT Avrist Assurance Aldi Rinaldi, mengatakan Avrist Group Financial Forum 2026 menjadi tonggak penting bagi Avrist Group untuk memperkuat sinergi lintas bisnis sekaligus menghadirkan solusi finansial terintegrasi sesuai semangat One Avrist, One Solution.
“Di tengah dinamika industri yang semakin cepat, sinergi internal dan kolaborasi eksternal menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Melalui forum ini, kami ingin terus bertransformasi, menjadi mitra finansial yang terpercaya, sekaligus menghadirkan inspirasi dan wawasan bagi perkembangan industri jasa keuangan,” ujar Aldi dalam sambutan di acara Avrist Group Financial Forum 2026, Rabu, 11 Februari 2026.
Aldi menambahkan melalui Avrist Group Financial Forum 2026 ini semakin memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya dalam industri jasa keuangan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi nasional.
|Baca juga: Kejar Pertumbuhan 15% di 2026, DPLK Avrist Gaspol Garap Pekerja Informal
Avrist Group Financial Forum 2026 yang digagas oleh PT Avrist Assurance menghadirkan Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, sebagai keynote speaker.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara menyebut bahwa indeks literasi asuransi Indonesia terus menunjukkan peningkatan, mencapai 45,45 persen, sementara tingkat inklusi asuransi naik menjadi 28,50 persen pada 2025.
Menurutnya, peningkatan literasi industri membutuhkan kolaborasi yang kuat serta kemampuan menghadirkan produk dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Untuk meningkatkan literasi asuransi, kita perlu terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun yang paling penting adalah relevansi dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Jika kita bisa tetap relevan, kita bisa membangun engagement. Dari engagement itu kita dapat memberikan nilai tambah, dan pada akhirnya mampu menghadirkan solusi serta layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Yulius.
Editor: Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
