Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mencermati fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai El Nino Godzilla. Fenomena tersebut dinilai memiliki potensi terhadap sejumlah lini bisnis asuransi, terutama yang berkaitan dengan risiko kebakaran dan transportasi laut.
Direktur Teknik Tugu Pratama Fadlil Iswahyudi mengatakan dampak paling nyata dari El Nino adalah peningkatan suhu yang dapat memicu berbagai risiko turunan.
“Pertama, panas ya dan itu wajar. Nomor dua, paling gampang itu di laut Kargo (juga) mungkin terpengaruh. Kalau sudah seperti itu perubahan iklim tentunya pasti ada,” kata Fadil, kepada awak Media, beberapa waktu yang lalu.
|Baca juga: OJK Awasi Khusus 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun, Ini Alasannya!
|Baca juga: OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.219 Triliun, Premi Tumbuh Tipis di Awal 2026
Menurutnya, lini kargo pada transportasi juga berpotensi terdampak. Pasalnya, perubahan kondisi cuaca dan suhu ekstrem dapat memengaruhi aktivitas distribusi serta meningkatkan risiko kerusakan barang.
Selain itu, peningkatan suhu akibat El Nino turut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di area terbuka maupun yang berdekatan dengan kawasan industri. Ia mencontohkan potensi kebakaran semak atau lahan yang dapat merembet ke area industri atau pabrik sebagai salah satu risiko yang perlu diwaspadai.
Sedangkan dari sisi industri asuransi, Fadlil menegaskan, perusahaan tidak serta-merta melakukan penyesuaian tarif premi secara khusus hanya berdasarkan potensi El Nino. Penentuan harga tetap mengacu pada data historis serta perhitungan aktuaria yang komprehensif.
|Baca juga: OJK Catat 6 BPR Dicabut Izinnya hingga Kuartal I/2026. Ini Daftar Perusahaannya!
|Baca juga: Universal Banking Mulai Dikaji, OJK Ingatkan Kesiapan Bank Belum Merata
“Kalau secara khusus, kita tidak menyiapkan. Karena pricing itu selain melihat ke depan, juga lebih banyak melihat kepada historical,” sebut Fadlil.
Ia menilai penyesuaian premi berdasarkan potensi risiko yang belum tentu terjadi juga berisiko menimbulkan pertanyaan dari nasabah. Karenanya, perusahaan lebih memilih untuk fokus pada penguatan mitigasi risiko, khususnya untuk risiko-risiko berskala besar atau katastropik.
|Baca juga: Konflik Timur Tengah Berpotensi Tekan Kredit, OJK Ingatkan Risiko ke Daya Beli dan NPL
|Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, APBN 2026 Tetap Terjaga!
“Tapi yang jelas mitigasi risiko tetap dilakukan, terutama kalau hal seperti ini lebih ke arah katasrofinya,” katanya.
Terkait potensi kenaikan klaim, dirinya berharap, dampak El Nino tidak sampai memicu lonjakan signifikan. Meski demikian, ia mengakui, secara teoritis peningkatan suhu dapat memperbesar peluang terjadinya insiden.
“Kita harapkan tidak, dan jangan ya. Kalau menurut saya ya,” tutup Fadil.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
