Media Asuransi, JAKARTA – Emiten asuransi umum, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau right issue.
Aksi ini menargetkan penghimpunan dana segar sebanyak-banyaknya sebesar Rp68,493 miliar guna memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis perusahaan. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan maksimal 684.937.500 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
|Baca juga: Kasus Jiwasraya hingga Wanaartha Disebut Kegagalan Sistemik Industri Asuransi
|Baca juga: Allianz Life Indonesia Upayakan Produk Asuransi Tetap Relevan dengan Kebutuhan Pasar
Setiap pemegang lima saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 26 Juni 2026 berhak atas satu HMETD, di mana satu hak tersebut memberikan kesempatan untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per lembar.
Manajemen menegaskan seluruh dana yang diperoleh, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan sepenuhnya untuk modal kerja. Fokus utama penggunaan dana ini mencakup penguatan strategi pemasaran serta pengembangan infrastruktur teknologi informasi guna mendukung penetrasi produk asuransi digital di pasar nasional.
|Baca juga: Jajaran Direksi Bank J Trust Kompak Borong Saham BCIC
|Baca juga: Bos AAUI Pede Industri Asuransi Dapat ‘Berkah’ di Mudik Lebaran 2026
“Sekitar 90 persen akan dipergunakan untuk biaya marketing untuk mendukung strategi usaha, distribusi produk, dan brand awareness Perseroan,” tulis manajemen, dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Rabu, 1 April 2026.
Sejalan dengan rencana tersebut, struktur kepemilikan saham diprediksi mengalami perubahan signifikan. Sebanyak dua pemegang saham utama, Adi Wibowo Adisaputro dan Djajus Adisaputro, telah menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh haknya dan memilih untuk mengalihkan HMETD mereka kepada Qoala Technology Pte Ltd.
|Baca juga: Lembaga Penjamin Polis Segera Terbentuk, Sequis Life: Upaya Melindungi Masyarakat
|Baca juga: AAUI: Perbaikan NPL Kredit Properti Sinyal Positif untuk Lini Asuransi Kredit
“Qoala menyatakan memiliki kecukupan dana untuk melaksanakan komitmen Qoala sebagaimana didukung dengan bukti kecukupan dana berupa Statement of Assets per 28 Februari 2026 dari UBS AG Singapore Branch,” ungkap manajemen.
Bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, perseroan mengingatkan adanya risiko dilusi kepemilikan saham hingga maksimum 16,67 persen. Berdasarkan jadwal sementara, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung mulai 30 Juni hingga 13 Juli 2026 melalui Bursa Efek Indonesia.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
