1
1

Bos AAUI Pede Industri Asuransi Dapat ‘Berkah’ di Mudik Lebaran 2026

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan momentum mudik Lebaran 2026 diperkirakan memberikan sentimen positif bagi industri asuransi. Kondisi itu seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode tersebut.

Namun hingga saat ini, kinerja industri asuransi khususnya pada periode mudik masih dalam tahap berjalan sehingga data final terkait premi dan klaim belum sepenuhnya terhimpun.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan potensi pertumbuhan industri asuransi tetap terbuka lebar pada musim mudik tahun ini. Hal ini sejalan dengan proyeksi tingginya pergerakan masyarakat selama Lebaran.

|Baca juga: Jahja Setiaatmadja Borong 802.056 Saham BCA (BBCA)

|Baca juga: Ramadan Dorong Konsumsi, Flip Perkuat Transaksi Belanja Online Lewat Flip Deals

|Baca juga: Funding Korporasi Bank Mega Syariah Capai Rp5,9 Triliun di 2025

Berdasarkan perkiraan dari Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit di bawah survei 2025 yang sebesar 146 juta orang.

“Namun, pemerintah juga mencatat bahwa realisasi mudik 2025 justru mencapai sekitar 154 juta orang, sehingga potensi mobilitas aktual tetap besar,” kata Budi, kepada Media Asuransi, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, tingginya mobilitas tersebut akan mendorong kebutuhan perlindungan di berbagai lini, mulai dari asuransi perjalanan, kecelakaan diri, kendaraan bermotor, hingga perlindungan rumah yang ditinggalkan selama mudik.

Namun untuk kinerja premi dan klaim selama periode mudik 2026, Budi menegaskan, data industri masih belum tersedia secara agregat. Oleh karena itu, penilaian saat ini masih bersifat indikatif terhadap peluang yang ada.

“Perlu dicatat, sampai saat ini pendapatan premi dan klaim khusus periode mudik 2026 belum ada data industri yang teragregasi secara final, karena periode Lebaran 2026 masih berjalan. Jadi, yang lebih tepat disampaikan saat ini adalah indikasi peluangnya,” ujarnya.

|Baca juga: Jajaran Petinggi BCA Kompak Borong Saham BBCA untuk Investasi Jangka Panjang

|Baca juga: Segarkan Jajaran Manajemen, Victoria Insurance Resmi Tunjuk Sekretaris Perusahaan Baru

Mengacu data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja industri asuransi pada awal tahun menunjukkan tren positif. Hingga Januari 2026, akumulasi premi asuransi komersil tercatat mencapai Rp36,38 triliun atau tumbuh 4,67 persen secara tahunan (yoy).

Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 17,92 persen yoy senilai Rp18,72 triliun. “Ini menunjukkan fondasi pertumbuhan di awal tahun cukup baik untuk menangkap momentum musiman seperti mudik,” imbuh Budi.

“Dari sisi klaim, yang biasanya meningkat pada periode ini adalah klaim kecelakaan lalu lintas, kerusakan kendaraan, keterlambatan atau gangguan perjalanan, kehilangan bagasi, sampai risiko kebakaran atau pencurian rumah yang ditinggalkan,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BTN (BBTN) Perkuat Ekosistem Digital Lewat balé by BTN
Next Post AAUI: Perbaikan NPL Kredit Properti Sinyal Positif untuk Lini Asuransi Kredit

Member Login

or