1
1

Bos Allianz Life Indonesia: Kami Mengembangkan Produk Asuransi Sesuai Keinginan Nasabah

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au mengungkapkan produk asuransi yang ditawarkan didasarkan terhadap apa yang diinginkan nasabah. Produk tersebut apakah produk tradisional dengan kepastian premi atau unitlink yakni perlindungan yang juga dilengkapi dengan investasi.

“Kami mengembangkan produk berdasarkan apa yang diinginkan nasabah. Beberapa nasabah mencari produk tradisional dengan kepastian premi dan manfaat lebih besar. Namun ada juga nasabah yang mencari produk unitlink atau yang kami sebut PAYDI,” katanya, dikutip dari wawancaranya dari salah satu TV swasta, Kamis, 26 Maret 2026.

Hal itu, jelasnya, karena nasabah menginginkan kombinasi berbagai elemen yaitu perlindungan dan investasi. Allianz Indonesia, tambahnya, mengembangkan produk asuransi berdasarkan apa yang dicari oleh pasar saat ini. Bahkan, dalam produk PAYDI di Allianz Indonesia terdapat berbagai penawaran dan berbagai jenis riders.

|Baca juga: Lianawaty Suwono Borong Saham BCA (BBCA), Tujuannya Demi Ini!

|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Persaingan Industri Asuransi Syariah Makin Ketat, Inovasi Produk Jadi Kunci

“Kami memiliki manfaat kematian, perlindungan jiwa, perlindungan rawat inap medis, penyakit kritis, dan lain sebagainya. Jadi banyak pengembangan yang didasarkan pada permintaan pasar,” jelasnya.

Tidak hanya itu, masih kata Cheang Khai Au, Allianz Indonesia juga memahami produk PAYDI bukan hanya tentang perlindungan. Akan tetapi juga tentang investasi sehingga perlu ada berbagai macam instrumen investasi dan dana yang ditawarkan kepada nasabah.

“Kami mengetahui PAYDI bukan hanya tentang perlindungan tapi juga tentang investasi. Kami memiliki berbagai macam dana investasi yang dapat dipilih oleh nasabah sesuai dengan tingkat risiko mereka pada saat itu,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Chandra Daya Investasi (CDIA) Cetak Kinerja Solid di 2025, Berikut Lengkapnya!
Next Post Otomatisasi Mengancam 43% Tugas di Industri Asuransi pada 2030

Member Login

or