1
1

Bos Allianz: Perencanaan Perjalanan Penting agar Mudik Aman dan Nyaman

Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan. | Foto: Allianz Utama Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan menjelaskan perencanaan perjalanan yang baik menjadi salah satu kunci agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. Apalagi, perjalanan mudik sering kali melibatkan waktu tempuh yang panjang dan mobilitas tinggi.

Apalagi, lanjutnya, bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, penting untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi tubuh tetap fit, menyiapkan bekal perjalanan, hingga memperhatikan kondisi kendaraan yang digunakan.

“Khususnya untuk mobil pribadi,” kata Ignatius, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 18 Maret 2026.

Meski berbagai persiapan telah dilakukan, namun risiko perjalanan tetap dapat terjadi, mulai dari keterlambatan keberangkatan, kendala di perjalanan seperti kecelakaan atau kerusakan kendaraan, hingga kondisi darurat medis yang tidak terduga.

Karena itu, Ignatius mengatakan, selain mempersiapkan perjalanan dengan baik, pemudik juga dapat mempertimbangkan perlindungan tambahan agar perjalanan terasa lebih tenang. Menurutnya perlindungan dapat membantu memberikan rasa aman tambahan ketika risiko tak terduga terjadi selama perjalanan.

|Baca juga: Asuransi Jiwa Beralih ke SBN saat IHSG-Rupiah Lesu, Bos Ajaib: untuk Dapatkan Pendapatan Lebih

|Baca juga: Investor Institusional Mulai Hengkang dari Pasar Modal, Begini Kata Bos Ajaib!

|Baca juga: Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar

“Dengan adanya perlindungan yang tepat, masyarakat dapat lebih fokus menikmati momen mudik dan berkumpul bersama keluarga tanpa rasa khawatir,” ujar Ignatius Hendrawan.

Menjelang musim mudik Idulfitri, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 143,9 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan mudik tahun ini.

Bagi sebagian masyarakat, transportasi umum seperti bus, kereta api, dan pesawat tetap menjadi pilihan bagi jutaan pemudik. Diperkirakan sekitar 23,3 juta orang akan menggunakan bus, 19–20 juta menggunakan kereta api, dan 7–8 juta lainnya menggunakan pesawat.

Sedangkan untuk mobil pribadi, Kementerian Perhubungan RI memprediksikan sekitar 76,24 juta orang akan menggunakan mobil pribadi untuk pulang ke kampung halaman. Salah satu yang membuat mobil pribadi sebagai pilihan utama adalah fleksibilitas bagi pemudik untuk mengatur waktu keberangkatan, rute perjalanan, dan istirahat.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara mengatakan, peningkatan aktivitas selama Ramadan dan Lebaran memicu munculnya berbagai risiko yang perlu diantisipasi.

“Momentum Ramadan dan Idulfitri memang meningkatkan kebutuhan proteksi di beberapa area risiko tertentu, terutama yang berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujar Yulius.

Ia menambahkan mobilitas masyarakat akan meningkat selama Ramadan hingga masa mudik Lebaran. Banyak orang melakukan perjalanan domestik untuk pulang kampung atau berlibur. Kondisi ini membuat kebutuhan perlindungan seperti travel insurance dan personal accident juga ikut meningkat.

“Di sinilah peran pialang menjadi penting, yaitu membantu klien melakukan risk assessment dan memastikan peningkatan aktivitas ekonomi tersebut tetap terlindungi secara optimal,” tutup Yulius.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Resolusi Keuangan 2026: Waktunya Menjaga Stabilitas dengan Unitlink!
Next Post Mengenal Makna dan Tahapan Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu

Member Login

or