1
1

Bos Allianz Syariah: Spin-Off Demi Bangun Bisnis Asuransi Syariah yang Berkelanjutan

Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus. | Foto: Media Asuransi/Angga Bratadharma

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Syariah Indonesia atau Allianz Syariah menegaskan alasan melakukan spin-off atau pemisahan dari induk usaha saat masih berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS) adalah demi bisnis berkelanjutan. Hal itu sejalan dengan potensi bisnis asuransi syariah yang sangat besar di Indonesia.

Sedangkan terkait adanya usulan shared service saat berdiri sendiri atau melakukan spin-off, Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus mengatakan, Allianz Syariah lebih menekankan bagaimana bisnis bisa terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Karenanya proyeksi bisnis disusun dalam jangka panjang.

Regardless of shared service or not, I think the reason why we want to spin-off and we want to berbisnis asuransi syariah, adalah sustainable business. In order to have a sustainable business, then we need to strategize, and part of the strategy is also about distribution,” katanya, dikutip dari Youtube Media Asuransi, Jumat, 20 Maret 2026.

|Baca juga: BI Catat Utang Luar Negeri Capai US$434,7 Miliar di Januari 2026

|Baca juga: Aktivitas Logistik dan Perjalanan Naik Jelang Lebaran, Bisnis Pialang Asuransi Ikut Terdongkrak

Dibandingkan dengan fokus di shared service, tambahnya, Allianz Syariah lebih condong membangun bisnis yang lebih berkelanjutan. Misalnya terkait agen asuransi, Allianz Syariah menekankan agen asuransi yang memang bisa menopang bisnis asuransi syariah di Allianz Syariah pada masa mendatang.

“Misalnya kita lebih condongnya di agency, then how we sharing this tenaga pemasar untuk sekarang. Tapi five years from now, ten years from now, if we want to build a sustainable business, then apa yang harus kita lakukan? Di Allianz syariah menyebutnya syariah focus agent,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan bisnis di Allianz Syariah, dirinya tidak menampik, butuh upaya dan usaha yang keras guna memperkuat fundamental bisnis dan harus dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

So a lot of efforts needs to be done in order to build that fundamental. Sehingga nantinya, kalau kita tidak build dari sekarang, lima tahun kemudian, 10 tahun kemudian, jika kita terus bergantung pada agen yang dual license ini tadi maka I don’t think the business is going to be sustainable,” tukasnya.

|Baca juga: Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar

|Baca juga: Bos Sun Life: Eksekusi dari Pemimpin Asuransi Lebih Penting daripada Strategi

“Jadi niat awal adalah ketika kita spin-off, how to build a sustainable business and by building a sustainable business. If you ask me which channel is going to be the driver, then what is the main capability, or what is the main driver for your growth strategy. If it’s agency, then think about how we want to build,” ucapnya.

Misalnya membentuk dan membangun agen asuransi khusus di asuransi syariah, lanjutnya, maka Allianz Syariah akan menyusun strategi untuk memaksimalkannya. “Let’s say a specialized agent that focuses on shariah, and really strategize on that. If bancassurance is actually the main driver, or if you want to, let’s say, be strong in both,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Intip 5 Tips Healing Low Budget untuk Gen-Z
Next Post Kasus Penyiraman Air Keras Soroti Pentingnya Perlindungan Risiko bagi Korban Kekerasan

Member Login

or