1
1

Bos Gallagher Re Pede 2026 Jadi Lingkungan yang Sehat bagi Perusahaan Reasuransi

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Chief Commercial Officer Gallagher Re Lara Mowery mengaku tidak melihat alasan untuk mengharapkan 2026 menjadi lingkungan yang tidak sehat untuk reasuransi. Keyakinan itu muncul meski profitabilitas mungkin akan melambat.

Melansir Reinsurance News, Selasa, 6 Januari 2026, ia menjelaskan, dinamika yang menjadi landasan pembaruan 1.1 akan terus memengaruhi respons reasuransi pada 2026.

“Dinamika yang kami lihat benar-benar mendorong aktivitas menjelang 1 Januari berpusat pada jumlah modal yang tersedia dan fakta reasuransi dan investor ILS telah melihat pengembalian yang menarik. Jadi, ketika modal tumbuh, ada pertanyaan, apa yang Anda lakukan dengan modal itu?” ucapnya.

“Apakah Anda mengalokasikan kembali? Apakah Anda melakukan sesuatu yang lain? Sebenarnya tidak ada kekurangan motivasi untuk mengalokasikan kembali modal itu ke sektor reasuransi, karena profitabilitasnya bagus, dan kecenderungan alami Anda adalah menginginkan lebih banyak bisnis tersebut,” tambahnya.

Lara mencatat terdapat modal tambahan akibat keuntungan di sektor ini serta fakta 2025 merupakan tahun yang relatif moderat dari perspektif kerugian yang dialihkan. Dia mengatakan beberapa faktor telah berkontribusi pada posisi industri saat ini, dengan menyoroti tahun 2023 sebagai titik referensi kunci.

|Baca juga: Asuransi Properti dan Kecelakaan Diramal Tetap Tangguh di 2026, Fitch Ratings Beberkan Alasannya!

|Baca juga: Dapat Restu Buka Kantor di Dubai, Sun Life Siap Bidik Nasabah Tajir!

|Baca juga: Skema Public Private Partnership Jadi Kunci Penerapan Asuransi Wajib Bencana

Ia menambahkan ada beberapa dinamika telah berkontribusi pada posisi industri saat ini, menunjuk 2023 sebagai titik referensi utama. “Jika kita memikirkan beberapa tahun terakhir, ambil 2023 sebagai titik pengukuran untuk properti, ada penyesuaian signifikan di pasar reasuransi mulai 1 Januari 2023, untuk melakukan koreksi pasar,” ucapnya.

“Guna mendorong profitabilitas dan daya tarik sektor di masa depan. Perubahan tersebut juga menjadi katalis bagi pasar asuransi untuk perlu menyesuaikan pendekatan mereka sendiri terhadap penjaminan dan manajemen modal,” tambahnya.

“Jadi, Anda telah melihat sebelumnya pergerakan harga mulai merespons kerugian yang signifikan, benar-benar dimulai pada 2017 jika kita berbicara tentang properti, dan didorong oleh aktivitas pada pertengahan 2010-an jika kita berbicara tentang kecelakaan,” tukasnya.

Dirinya menyatakan perusahaan reasuransi dapat mengubah portofolio mereka dengan sangat cepat. Jadi, pada 2023, di sisi properti, ketika mereka melakukan koreksi besar tersebut, dibutuhkan waktu lebih lama bagi perusahaan asuransi untuk menyaring perubahan melalui portofolio mereka sendiri.

“Tetapi sekarang hal itu benar-benar terjadi, dan kita melihat hasil dari pergerakan reasuransi dan pergerakan asuransi yang sepenuhnya meresap ke dalam sistem. Kenaikan tarif yang dimulai beberapa tahun yang lalu, perubahan struktur, kini juga telah meresap ke dalam dinamika sektor asuransi,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Peran Asuransi Jiwa Syariah di Perencanaan Warisan Ala Allianz
Next Post Nikkei Pecah Rekor di Penutupan Selasa

Member Login

or