Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setio Kartono menegaskan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri asuransi syariah tidak menghadapi persoalan. Bahkan, minat untuk berkarier di sektor syariah justru dinilai sangat tinggi.
Menurut Paul, hal tersebut disebabkan oleh ketertarikan masyarakat terhadap industri syariah yang didorong oleh beberapa faktor, mulai dari rasa ingin tahu terhadap sistem yang berbeda hingga panggilan nilai dan keyakinan pribadi.
|Baca juga: OJK Tegaskan Tidak Ada Pengunduran Waktu Aturan Spin-Off UUS Asuransi
|Baca juga: Tertekan Klaim dan Rugi Berkelanjutan, 5 Asuransi Umum Cabut dari Bisnis Kesehatan
“Karena di Indonesia itu juga banyak masyarakat Muslim, mayoritas. Jadi kalau karyawan di kantor kalau ditanyakan, mau tidak ke Syariah? Itu sepengalaman saya minimal 50 persen bilang mau,” ujar Paul, dikutip saat berbincang di Podcast TVAsuransi, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan sebagian calon pekerja tertarik karena menganggap industri syariah sebagai bidang yang relatif baru dan menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan dengan sektor konvensional.
Selain itu, ada juga yang merasa memiliki panggilan hati untuk berkontribusi di industri berbasis prinsip syariah, sejalan dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam.
|Baca juga: Asuransi Perjalanan, Kendaraan, hingga Kecelakaan Diri Diyakini Dapat ‘Berkah’ Ramadan dan Idulfitri
|Baca juga: AAUI Tunggu Kejelasan Keterlibatan dalam Program Kopdes Merah Putih
Selain faktor idealisme, aspek karier dan kompensasi juga menjadi pertimbangan. Paul menilai struktur industri syariah yang umumnya lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan konvensional membuka peluang lebih besar bagi individu untuk memegang peran strategis.
“Orang itu ada yang memilih menjadi ikan kecil di kolam besar, atau menjadi ikan besar di kolam kecil. Nah, itu pasti ada lah, ada yang mau pindah karena mau menjadi ikan besar di kolam kecil,” sebut Paul.
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Bakal Gelar RUPSLB di Maret 2026, Susunan Pengurus Diubah?
|Baca juga: OJK Beberkan 4 Tujuan Utama UUS Asuransi Wajib Spin-Off di 2026
Ia menambahkan banyak pula yang memandang perusahaan syariah memiliki visi dan misi yang baik, sehingga menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi karyawan yang bergabung.
Dari sisi geografis, antusiasme terhadap industri syariah tidak hanya terkonsentrasi di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Di sejumlah daerah seperti Makassar dan Padang, minat orang dan tenaga kerja untuk bergabung dengan perusahaan syariah dinilai sangat tinggi.
Pada kesempatan yang sama, menanggapi proyeksi regulator yang menyebutkan jumlah perusahaan asuransi full-fledged syariah berpotensi mencapai sekitar empat puluhan entitas pada akhir tahun, Paul optimistis kebutuhan SDM dapat terpenuhi.
|Baca juga: AASI Siap Jadi Fasilitator dan Jembatan Komunikasi untuk Optimalkan Spin-Off UUS Asuransi
|Baca juga: Presiden Direktur Sun Life Resmi Pimpin AAJI 2026-2028
“Menurut saya, tersedia dan tidak ada persoalan,” katanya, seraya menilai ekspansi perusahaan asuransi syariah justru akan membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru dan memperluas kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
