1
1

Bos Sun Life: Eksekusi dari Pemimpin Asuransi Lebih Penting daripada Strategi

Ilustrasi. | Foto: Freepik/rawpixel.com

Media Asuransi, GLOBAL – CEO dan Country Head of Sun Life Philippines Jonathan Juan “JJ” Moreno menyebutkan toksisitas kesuksesan dan kecenderungan terus-menerus untuk memandang masa depan sebagai konsep yang jauh merupakan beberapa hambatan terbesar bagi perusahaan asuransi untuk benar-benar siap menghadapi masa depan.

Berbicara di Asian Banking & Finance dan Insurance Asia Summit, ia berpendapat, industri asuransi harus melampaui kecenderungan untuk menunda dan beralih dari sekadar mendigitalisasi ke tindakan yang tegas. Dirinya mencatat masa depan sudah ada dan satu-satunya variabel adalah apakah para pemimpin bertindak sesuai dengan itu.

Bagi Moreno —yang secara pribadi mengawasi strategi AI dan data Sun Life— transisi ini bukan tentang teknologi demi teknologi itu sendiri, tetapi tentang menanggapi perubahan perilaku klien melalui model hibrida yang memprioritaskan eksekusi daripada strategi.

|Baca juga: AAJI Minta Skema Iuran Penjaminan Polis Tak Memberatkan Nasabah

|Baca juga: DBS CIO 2Q26 Insights: Investor Disarankan Optimalkan Manajemen Risiko saat Konflik Memanas

“Ketika kita menganggap masa depan sebagai sesuatu yang jauh, secara tidak sadar kita memberi diri kita izin untuk menunda atau terus memperpanjang apa yang sudah kita lakukan sekarang,” kata Moreno, dikutip dari Insurance Asia, Senin, 16 Maret 2026.

“Memikirkan masa depan sekaranglah yang memaksa kita untuk bertindak tegas, bukan defensif,” tambahnya.

Ia memperingatkan banyak strategi di sektor asuransi terlihat serupa di atas kertas dan pembeda sejati bagi organisasi terkemuka bukanlah kecemerlangan strategis tetapi keunggulan eksekusi. Menurutnya, dunia milik mereka yang mampu bertindak, bukan mereka yang hanya bisa berkata-kata.

|Baca juga: GoTo dan Kemenhub Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis Lewat GoMudik

|Baca juga: AAJI Ingatkan Potensi Salah Persepsi Publik tentang Penjaminan Polis Asuransi

“Dan kesuksesan semakin didefinisikan oleh kemampuan untuk mengkoordinasikan teknologi, manusia, dan proses secara bersamaan,” tukasnya.

Inti dari eksekusi ini adalah model operasi hibrida di mana AI digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan berulang serta membantu pengambilan keputusan yang sarat data, sementara manusia tetap menjadi pusat untuk penilaian, empati, dan etika.

Moreno menolak anggapan teknologi akan menggantikan penasihat, menekankan mereka yang merangkul AI akan diperkuat, sementara mereka yang tidak akan dirugikan. Pendekatan ini memastikan meskipun AI memberikan wawasan, namun manusia tetap bertanggung jawab atas hasilnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Syariah Ungkap Alasan Spin-Off: Potensi Pasar Asuransi Syariah Masih Sangat Besar
Next Post KB Bank (BBKP) Kucurkan PNM Rp500 Miliar untuk Perluas Akses Modal Jutaan Pelaku Usaha Mikro

Member Login

or