1
1

Cara Cerdas Mengelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Ala Allianz Indonesia

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA  – Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali habis dipakai untuk kebutuhan konsumsi saat Lebaran. Padahal, jika dikelola dengan baik, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk tujuan keuangan jangka panjang, salah satunya sebagai persiapan dana pendidikan anak.

Allianz Indonesia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan momentum penerimaan THR untuk mulai merencanakan masa depan keluarga, termasuk menyiapkan biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun.

Allianz menyarankan agar masyarakat terlebih dahulu membuat perencanaan sederhana sebelum menggunakan THR. Cara ini membantu memastikan dana tidak habis untuk pengeluaran jangka pendek.

|Baca juga: Allianz Indonesia: Perencanaan Pendidikan Anak Perlu Dilihat Menyeluruh

Membahas hal ini, Allianz Indonesia melalui Ruang Diskusi NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz), menghadirkan Certified Financial Planner Annisa Steviani dalam sesi bertajuk “Gaji Gak Kabur, Pendidikan Anak Jalan Teratur.” Dalam diskusi tersebut, Annisa menekankan bahwa biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun dan kerap melampaui pertumbuhan gaji tahunan.

“Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.

Annisa menjelaskan, kenaikan biaya kuliah rata-rata mencapai 6,03 persen per tahun, sementara kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya berkisar 3 persen. Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berisiko membuat orang tua harus mengorbankan kebutuhan lain atau bahkan berutang saat anak memasuki usia perguruan tinggi.

Momen THR dan bonus tahunan dapat dimanfaatkan untuk membuka atau menambah alokasi dana khusus pendidikan anak, mengevaluasi kembali proyeksi kebutuhan biaya sekolah, serta menyesuaikan strategi menabung dengan kondisi keuangan terkini.

|Baca juga: Allianz: Membaca Peluang Ekonomi dan Energi Kuda Api

Annisa membagikan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua. Pertama, melakukan survei sekolah yang diinginkan untuk mengetahui kisaran biaya masuk dan SPP, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.

Kedua, menyiapkan rencana alternatif atau plan B dan C apabila anak tidak diterima di sekolah pilihan pertama, dengan simulasi biaya yang berbeda. Ketiga, membuat perencanaan terstruktur, untuk mencatat estimasi biaya per jenjang pendidikan beserta proyeksi kenaikannya agar memiliki gambaran angka yang realistis. Keempat, mempertimbangkan jarak kelahiran anak, sehingga timeline pendidikan anak pertama dan berikutnya tidak bertumpuk dalam periode yang sama.

Selain faktor biaya sekolah, Annisa juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam perencanaan pendidikan. “Perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia. Jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” jelasnya.

 

Perlindungan

Head of Corporate Communications Allianz Indonesia, Wahyuni Murtiani, menyampaikan bahwa perencanaan pendidikan anak perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tabungan atau investasi, tetapi juga perlindungan.

“Momentum menjelang Idulfitri sering menjadi waktu refleksi dan penataan ulang keuangan keluarga. THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” ujar Wahyuni.

Menurutnya, risiko kesehatan maupun risiko kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi kesinambungan pendidikan anak. Oleh karena itu, perlindungan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.

|Baca juga:Allianz Indonesia Bagikan Tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Alih-alih habis untuk kebutuhan konsumtif, sebagian THR dapat dialokasikan untuk dana pendidikan anak, dana darurat keluarga, perlindungan terhadap risiko yang tak terduga, serta instrumen investasi jangka panjang sesuai profil risiko.

Menjawab kebutuhan tersebut, Allianz Syariah menghadirkan AlliSya Cerdas, produk asuransi jiwa dwiguna syariah yang dirancang untuk membantu orang tua menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah.

Produk ini memberikan kombinasi perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pendidikan anak. Peserta berhak menerima manfaat tunai sebesar 40 persen pada akhir tahun polis ke-8 dan 80 persen pada akhir tahun polis ke-11 sebelum polis berakhir, selaras kebutuhan biaya pendidikan pada jenjang menengah hingga transisi ke jenjang berikutnya.

Momentum THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal untuk memulai perencanaan tersebut. Orang tua dapat mempertimbangkan mengalokasikan sebagian THR sebagai kontribusi awal atau pembayaran kontribusi beberapa bulan ke depan, sehingga dana pendidikan anak tidak hanya direncanakan, tetapi langsung dijalankan. ‘’Dengan perencanaan yang matang dan disiplin, orang tua dapat memastikan pendidikan anak tetap berjalan teratur tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga di masa depan,’’ ungkap Wahyuni.

Editor  Wahyu Widiastuti

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Amar Bank (AMAR) Optimistis Perbankan Digital Terus Tumbuh

Member Login

or