Media Asuransi, GLOBAL – China secara resmi mendirikan universitas pertamanya dalam pendidikan manajemen risiko dan manajemen darurat. Lembaga baru ini akan mempromosikan dan mendorong pendidikan dan pelatihan manajemen darurat.
Universitas ini diharapkan membantu mengurangi kekurangan tenaga profesional di bidang penting tersebut secara nasional. Xinhua melaporkan universitas baru yang didirikan di Kota Langfang, Provinsi Hebei, diresmikan oleh Wakil Perdana Menteri China Zhang Guoqing pada Januari 2026.
Melansir Asia Insurance Review, Selasa 3 Februari 2026, Wakil Perdana Menteri China Zhang Guoqing mengatakan pendirian universitas tersebut merupakan realisasi dari keputusan besar yang bertujuan memperkuat pengembangan bakat dan pengembangan akademik dalam manajemen darurat.
Sehingga universitas diharapkan untuk fokus pada pencegahan risiko bencana dan kecelakaan besar serta tanggap darurat, memperkuat penelitian teoritis mendasar, dan mempercepat terobosan dalam teknologi inti utama dan teknologi pendukung umum.
|Baca juga: Akira Sugai Mundur dari Kursi Wakil Presiden Direktur Bussan Auto Finance
|Baca juga: 3 Petinggi JACCS MPM Finance Indonesia Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?
|Baca juga: Allo Bank Indonesia (BBHI) Siapkan Rp60,65 Miliar untuk Lanjutkan Buyback Saham
Selain itu, Zhang menyampaikan, langkah ini memajukan modernisasi sistem dan kemampuan manajemen darurat negaranya. Ia melanjutkan universitas harus melakukan penelitian khusus di seluruh spektrum pekerjaan manajemen darurat dan membangun kelompok disiplin ilmu dan jurusan yang melayani bidang-bidang utama.
“Seperti keselamatan di tempat kerja, pencegahan dan pengendalian bencana alam, serta operasi penyelamatan dan pertolongan darurat,” tukasnya.
Di sisi lain, Zhang mendesak universitas baru tersebut untuk mengembangkan lebih banyak model pelatihan di antaranya manajemen darurat plus, dengan fokus yang kuat pada keterampilan praktis dan latihan di dunia nyata.
Selain itu, lanjutnya, untuk membina lebih banyak profesional interdisipliner yang memahami industri, menguasai keahlian teknis, menghargai keselamatan, dan dapat merespons secara efektif dalam keadaan darurat.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
