Media Asuransi, JAKARTA – PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) ikut menyoroti dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran terhadap industri asuransi, khususnya terkait sektor penerbangan global.
Adapun kondisi yang terjadi memubuat Sompo Indonesia membuka kebijakan pengalihan polis pada asuransi perjalanan.
Head of Travel Management & Direct Retail Sompo Insurance Indonesia Maria Susana mengungkapkan dampak signifikan terjadi pada sejumlah jalur penerbangan yang ditutup dan ribuan penumpang terdampak pembatalan maupun penundaan perjalanan.
Sehingga, ia mengakui, kondisi tersebut berdampak masif terhadap pemegang polis asuransi perjalanan. “Betul. Banyak banget yang udah terdampak ya,” ujar Maria, dikutip saat berbincang di Podcast TVAsuransi, Rabu, 4 Maret 2026.
|Baca juga: Perang AS-Israel dan Iran Membara, Begini Siasat OJK Jaga Stabilitas Pasar Modal
|Baca juga: 3 Ramalan Bos OJK dan Jurus Antisipasinya saat Konflik Timur Tengah Memanas
|Baca juga: Tegas! OJK Beri Sanksi Finfluencer Sesat dan Debt Collector yang ‘Nakal’
Dalam ketentuan umum seluruh produk asuransi perjalanan, ia menjelaskan, risiko yang berkaitan dengan perang tidak termasuk dalam jaminan pertanggungan. Hal ini berlaku baik bagi nasabah yang sudah berada di luar negeri maupun yang masih berada di Indonesia dan belum berangkat.
“Jadi gini, memang ini (dampak eskalasi politik) masif ya, namun secara asuransi perjalanan apa pun yang related dengan perang itu menjadi tidak dijamin. Jadi meskipun posisi Anda di luar negeri, atau saat ini di Indonesia belum berangkat, ya itu menjadi tidak dijamin,” jelasnya.
“(Misalnya) terjadi delay, kebutuhan medis, kerusakan, atau apa pun itu menjadi tidak dijamin,” jelas Maria.
Menurut Maria klausul pengecualian tersebut juga tercantum dalam wording polis sebagai bagian dari ketentuan force majeure. “Iya terdapat force majeure. Namun semua kejadian perang itu atau impact daripada perang itu memang tidak dijamin,” tegasnya.
Meski demikian, bagi nasabah yang sudah membeli polis namun belum melakukan perjalanan, Sompo Indonesia memberikan kebijakan khusus sebagai bentuk fleksibilitas di tengah situasi luar biasa ini.
“Nah, dari Sompo sendiri mengeluarkan kebijakan. Jadi karena ini kondisinya demikian maka kebijakannya adalah kita (Sompo) buka polisnya yang diperbolehkan untuk dialihkan,” kata Maria.
|Baca juga: Dana Rp200 Triliun Himbara Diperpanjang, OJK Sebut Kunci Jaga Kredit Tetap Ngebut
|Baca juga: OJK Temukan 9 Pindar Belum Sanggupi Pemenuhan Modal Minimum
Ia merinci pemegang polis diperbolehkan mengubah destinasi, mengganti tanggal atau periode perjalanan, bahkan memilih opsi open date hingga enam bulan ke depan apabila belum menentukan tujuan baru.
“Boleh dialihkan istilahnya dia mau ganti destination, dia mau ganti tanggal, periode, atau dia masih bingung, belum tau nih mau ke mana gitu kan kita (akan) buka open date. Jadi kita buka (selama) enam bulan ke depan, tapi nanti kalau emang ada kebutuhan khusus lagi silakan hubungi Sompo Customer Care kita di 14051,” ujarnya.
Kebijakan tersebut berlaku bagi nasabah yang sudah membeli polis namun belum berangkat. Sementara itu, untuk nasabah yang saat ini tertahan di luar negeri akibat penutupan jalur penerbangan, Maria menyebut, pihaknya belum dapat memberikan pertanggungan karena masuk dalam kategori risiko perang yang dikecualikan.
“Memang ya, sedih juga dengarnya, tapi mau kita kover itu tidak memungkinakan karena masif dan banyak sekali. Jadi saat ini di Sompo Indonesia belum bisa memberikan jaminan apa pun untuk mereka yang mau nggak mau jadi delay atau stuck di sana,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
