Media Asuransi, JAKARTA – Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo meyakini jalur distribusi keagenan dan bancassurance masih menjadi tulang punggung pendapatan premi industri asuransi di Indonesia pada tahun ini. Hal itu sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OJK mengatakan kanal distribusi keagenan dan bancassurance masih menjadi kontributor utama premi asuransi dengan porsi masing-masing sekitar 22,09 persen untuk keagenan dan 26,21 persen untuk bancassurance dari total premi asuransi jiwa melalui seluruh jalur distribusi.
|Baca juga: Eskalasi Iran vs AS-Israel Berpotensi Menjalar ke Industri Keuangan RI, Bos OJK Kasih Warning Ini!
|Baca juga: Harga Saham Melejit dalam 2 Bulan, OJK Diminta Selidiki Dugaan Permainan Saham Gorengan!
Irvan menyebutkan proyeksi dari OJK terkait kedua jalur distribusi itu masih mendominasi pada tahun ini cukup realistis, mengingat kekuatan jaringan distribusi yang dimiliki kedua kanal tersebut.
“Keagenan dan bancassurance diproyeksikan OJK menjadi motor utama pertumbuhan premi 2026, dengan bancassurance berkontribusi 26 persen dan agen 22 persen didorong oleh akses nasabah luas dan interaksi personal,” kata Irvan, kepada Media Asuransi, dikutip Jumat, 10 April 2026.
|Baca juga: Universal Banking Mulai Dikaji, OJK Ingatkan Kesiapan Bank Belum Merata
|Baca juga: OJK Awasi Khusus 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun, Ini Alasannya!
Lebih lanjut, Irvan menilai, perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi, akan semakin memperkuat kinerja industri asuransi, baik dari sisi distribusi maupun operasional.
Dengan kecerdasan buatan dan perkembangan digitalisasi maka proses klaim akan berjalan dengan lebih efisien, yakni melalui otomatisasi, mempercepat underwriting dan memperluas jangkauan distribusi, sekaligus meningkatkan perlindungan nasabah.
“Era artificial intelligence atau digitalisasi akan meningkatkan efisiensi proses klaim,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
