Media Asuransi, JAKARTA – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist resmi meluncurkan SIPURNA by DPLK Avrist, sebuah aplikasi dana pensiun berbasis digital end-to-end yang menyasar pekerja informal.
Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah menyatakan aplikasi ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat dalam merencanakan masa pensiun yang sejahtera dengan akses yang mudah dijangkau.
“SIPURNA by DPLK Avrist ini menegaskan komitmen kami di industri dana pensiun Indonesia. Kami harapkan SIPURNA by DPLK Avrist ini menjadi simpanan pensiun sempurna untuk masa purna yang sejahtera,” ujar Firmansyah, dalam acara peluncuran SIPURNA by DPLK Avrist, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Langkah ini diambil berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 yang menunjukkan angkatan kerja nasional mencapai 154 juta orang, di mana 57,80 persen merupakan pekerja sektor informal.
|Baca juga: Batas Investasi Saham Naik Menjadi 20%, Pemegang Polis Asuransi Berpotensi Jadi ‘Korban’
|Baca juga: Batas Investasi Saham Asuransi Naik Jadi 20%, AAUI Dorong Penguatan Regulasi dan Mitigasi Risiko!
|Baca juga: Bos AAUI: Peningkatan Limit Investasi Saham di Pasar Modal Perlu Disikapi secara Prudent
Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2025 mencatat peserta dana pensiun baru mencapai 29,1 juta orang atau hanya 18,89 persen dari total angkatan kerja.
“Data menunjukkan pekerja informal termasuk UMKM mendominasi angkatan kerja di Indonesia yakni hampir 60 persen dan hanya 18,89 persen yang memiliki perlindungan pensiun. Artinya ada 81 persen pekerja yang belum memiliki pensiun, dan mereka ini yang ingin kami jangkau melalui SIPURNA by DPLK Avrist,” ujar Firmansyah.
Dalam operasionalnya, DPLK Avrist bekerja sama dengan PT Andal Software Sejahtera untuk mengintegrasikan SIPURNA dengan sistem Andal Kharisma. Modul Andal Payroll digunakan sebagai penggerak utama dalam mendigitalisasi perhitungan iuran guna meningkatkan efisiensi bagi mitra perusahaan.
Sebagai informasi, hingga Desember 2025, DPLK Avrist mencatatkan aset kelolaan sebesar Rp1,32 triliun, tumbuh 9,24 persen secara tahunan, dengan total 29.253 peserta.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
