Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong keterlibatan industri asuransi dalam mendukung pengembangan energi hijau terbarukan sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional. Dukungan tersebut dilakukan melalui penguatan peran asuransi, baik dari sisi proteksi maupun investasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan industri asuransi memiliki peran strategis dalam menopang proyek-proyek ekonomi hijau dan program prioritas pemerintah. Menurutnya, peran tersebut setidaknya dapat dijalankan melalui dua fungsi utama.
“Jadi perusahaan asuransi berperan dua. Yang pertama memberikan proteksi terhadap proyek-proyek ekonomi hijau. Kita memberikan perlindungan, penjaminan,” jelas Ogi, di sela-sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Bukukan Laba Rp56,3 Triliun di 2025
|Baca juga: Jos! Bank Mandiri (BMRI) Setor Dividen Rp225 Triliun dalam 25 Tahun Terakhir
|Baca juga: OJK: Fundamental Ekonomi dan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Solid di Tengah Multipolarisme Global
Selain sebagai penyedia perlindungan risiko, lanjutnya, perusahaan asuransi juga dapat berperan sebagai investor dengan menempatkan dana pada instrumen keuangan yang berbasis ekonomi hijau. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas sumber pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem keuangan hijau di Indonesia.
“Yang kedua adalah perusahaan asuransi sebagai investor membeli instrumen yang berbasiskan ekonomi hijau,” imbuhnya.
Namun demikian, Ogi menekankan optimalisasi peran tersebut perlu didukung oleh pemberian insentif yang tepat. Salah satu insentif yang tengah disiapkan OJK adalah penyesuaian perlakuan perhitungan risiko bagi instrumen keuangan hijau dalam kerangka permodalan perusahaan asuransi.
“Tapi di balik harus ada insentifnya. Salah satu insentifnya misalkan kalau menghitung Risk-Based Capital (RBC), itu kan ada risk-weighted asset-nya. Nanti kalau beli, dia beli instrumen surat berharga atau yang efek yang diterbitkan yang berbasis ekonomi hijau, itu diringankan risk-based asset-nya itu. Itu rencananya,” pungkas Ogi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
