1
1

Gangguan Bisnis Jadi Risiko Utama Perusahaan, Industri Asuransi Diminta Waspada!

Ilustrasi. | Foto: Freepik/rawpixel.com

Media Asuransi, GLOBAL – Allianz Risk Barometer melaporkan gangguan bisnis adalah kekhawatiran utama bagi sebagian besar perusahaan di China pada 2026. Kondisi itu pada akhirnya harus diwaspadai oleh perusahaan asuransi.

Melansir Insurance Asia, Senin, 2 Februari 2026, risiko ini, termasuk gangguan rantai pasokan, diikuti oleh peningkatan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang kini menjadi kekhawatiran terbesar kedua di China.

Sedangkan pada perubahan peraturan perundang-undangan berada di peringkat ketiga, dengan 33 persen responden yang menyebutkan hal tersebut sebagai faktor utama, sementara perkembangan pasar dan perubahan makroekonomi menempati posisi lima besar.

Secara global dan di kawasan Asia Pasifik, lanskap risiko didominasi oleh insiden siber, AI, dan gangguan bisnis. AI mengalami lonjakan peringkat paling signifikan tahun ini, naik dari peringkat 10 pada 2025 menjadi peringkat kedua secara global pada 2026.

|Baca juga: IHSG Babak Belur, Pengamat Sebut Investasi Asuransi Jiwa Bakal Tertekan

 |Baca juga: Airlangga: Demutualisasi BEI Bisa Mulai Tahun Ini

|Baca juga: Dirut BEI Mundur, OJK Pastikan Operasional Bursa Efek Tetap Jalan

Pergeseran ini menyoroti semakin besarnya pengakuan terhadap AI sebagai sumber tantangan operasional, hukum, dan reputasi yang kompleks seiring dengan semakin cepatnya penerapan AI di semua sektor industri.

Di China, kekhawatiran akan gangguan bisnis sangat dipengaruhi oleh perubahan geopolitik dan meningkatnya proteksionisme, yang telah menyebabkan tiga kali lipat pembatasan perdagangan yang berdampak pada barang dagangan senilai sekitar US$2,7 triliun.

Country Head Allianz Commercial China Benson Peng menekankan persaingan yang ketat dan kesiapan AI juga merupakan faktor penting. Inisiatif ‘AI Plus’ China bertujuan untuk mengintegrasikan terminal cerdas ke dalam 90 persen sektor utama pada 2030, sehingga semakin memperkuat peran teknologi dalam lanskap risiko lokal.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dana Pensiun BPD Jateng Lepas 1,8 Juta Saham Asuransi Digital Bersama (YOII)
Next Post Asuransi Bencana, Langkah Cerdas untuk Lindungi Masa Depan

Member Login

or