Media Asuransi, JAKARTA — Studi terbaru yang dirilis oleh Manulife Singapore bersama Forbes Insights mengungkapkan meski menempatkan kesehatan di atas kekayaan namun para individu kaya di Singapura ternyata masih diliputi kekhawatiran soal perlindungan kesehatan dan masa depan mereka.
Melansir Insurance Asia, Rabu, 16 Juli 2025, survei dilakukan pada Maret hingga April 2025 terhadap 250 orang High-Net-Worth Individuals (HNWI) di Singapura, Hong Kong, dan China daratan. Hasilnya, sebanyak 94 persen responden asal Singapura menyatakan kesehatan lebih penting dari kekayaan.
|Baca juga: Saham GOTO Ngos-ngosan Usai Kantor Digeledah Kejagung Terkait Kasus Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun
|Baca juga: Ada Aturan Co-Payment, Pengamat: Masuk Akal Jika OJK Ubah Jadi POJK
Namun, hanya 44 persen dari mereka yang merasa sangat percaya diri akan tetap sehat dan aktif setelah pensiun. Di sisi lain, hanya 47 persen yang benar-benar yakin rencana keuangan mereka saat ini mampu mengatasi risiko disabilitas atau ketidakmampuan di masa depan.
Sekitar 44 persen responden juga mengaku kurang yakin mereka siap secara finansial untuk menghadapi biaya perawatan jangka panjang dan pengeluaran medis lainnya.
Chief Marketing Officer Manulife Singapore Mark Czajkowski mengatakan temuan ini mematahkan anggapan bahwa kekayaan selalu membawa ketenangan di masa tua. “Bagi pelanggan kami, kekayaan bukan lagi tujuan utama, tapi alat untuk menjaga gaya hidup, kesehatan, dan pilihan hidup yang telah mereka bangun susah payah,” ujarnya.
Studi ini juga mengungkap berbagai hambatan dalam perencanaan masa tua bagi para HNWI. Sekitar 32 persen kesulitan memahami sistem asuransi dan layanan kesehatan, sementara 29 persen mengalami tantangan dalam mengintegrasikan biaya perawatan jangka panjang ke dalam rencana warisan dan keuangan mereka.
|Baca juga: Bos Manulife Soroti Rendahnya Kepercayaan Publik sebagai Masalah Utama di Industri Asuransi Jiwa
|Baca juga: Saham Allo Bank (BBHI) Tiba-tiba Melejit, Begini Penjelasan Manajemen
Sebanyak 21 persen lainnya mengaku masih kurang pengetahuan soal cara menjaga kesehatan dengan baik. Kendati demikian, banyak individu kaya yang mulai mengambil langkah aktif untuk mempersiapkan diri menghadapi proses penuaan.
Sebanyak 49 persen telah memiliki asuransi kesehatan premium, 50 persen berkonsultasi dengan ahli kesehatan atau kebugaran, 40 persen menggunakan teknologi kesehatan seperti wearable device, dan 41 persen rutin melakukan upaya pencegahan penyakit.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News