1
1

IHSG Terjun Bebas, Begini Respons AAUI!

Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menegaskan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat keputusan MSCI tidak mengguncang secara signifikan penempatan saham oleh perusahaan asuransi umum.

Secara struktur portofolio, Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono menjelaskan, investasi saham oleh industri asuransi umum berada di kisaran lima persen. Hal tersebut sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang menuntut likuiditas tinggi untuk pembayaran klaim.

“Saham kami di asuransi umum itu kurang dari lima persen. Karena memang nature-nya kami bayar klaimnya cepat. Polisnya setahun-setahun (seperti) kendaraan, rumah tinggal, apalagi marine. Marine bahkan hitungannya harian ya. Jadi artinya klaimnya pun juga bisa lebih cepat,” ujar Cipto, di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia tidak menampik saham tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik. Namun, penempatannya harus dilakukan secara singkat atau prudent karena membutuhkan likuiditas yang tinggi.

“Saham buat kami tetap salah satu instrumen investasi yang menarik. Tapi secara alami kami (industri asuransi umum) perlu sangat prudent. Saat ini kami masih di Surat Berharga Negara (SBN) ya mungkin 40 persen, deposito 15-20 persen, dan saham kurang dari lima persen,” urainya.

|Baca juga: AAUI Minta Industri Reasuransi Masuk dalam Program Penjaminan Polis

|Baca juga: Dorong Asuransi Wajib untuk Wisata Asing, AAUI Ingatkan Hal Ini!

|Baca juga: LPS Sebut Reasuransi Tidak Ikut Program Penjaminan Polis, Begini Tanggapan Bos MAIPARK!

Cipto menambahkan fluktuasi pasar saham selalu menghadirkan peluang dan risiko. Namun, dalam industri asuransi umum, prinsip asset liability management menjadi kunci utama dalam pengelolaan dana.

Selain itu, ia menekankan, prinsip kehati-hatian tersebut tercermin dalam indikator kesehatan keuangan industri asuransi seperti Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) dan Risk Based Capital (RBC).

“Nah itu kan tercermin dalam ukuran-ukuran yang sudah diatur dengan risiko-risiko. Yang tadi di dalam MMBR dan RBC. Makanya RBC kami rata-rata 300-an persen, asuransi jiwa juga tembus di hampir 500 persen ya,” ungkapnya.

Sebelumnya, IHSG terpantau merosot tajam. Hal itu terjadi setelah investor merespons pernyataan indeks global yaitu Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam pengumumannya, MSCI memutuskan untuk menerapkan pembekuan perubahan indeks sementara terhadap pasar modal Indonesia.

Akibat penurunan tajam, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Namun perdagangan akan kembali dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa mengubah perubahan jadwal perdagangan.

Tindakan tersebut dilakukan lantaran penurunan IHSG yang mencapai delapan persen. Trading halt ini juga menjadi upaya dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa terukur, wajar, dan efisien.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI Usai IHSG Babak Belur 2 Hari Beruntun
Next Post BRI (BBRI) Siap Tebar Dividen Interim Rp137 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!

Member Login

or