1
1

Industri Asuransi Wajib Ambil Peluang dari Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo. | Foto: x.com/irvanrahardjo

Media Asuransi, JAKARTA – Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo meyakini pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bakal memberikan efek positif terhadap bisnis industri asuransi Tanah Air. Hal itu juga sejalan dengan pandangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menilai pembangunan tersebut membuka peluang bagi perusahaan asuransi.

Irvan mengatakan program tersebut berpotensi membuka pasar baru, khususnya pada segmen masyarakat pesisir yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan asuransi.

|Baca juga: Asrinda Re-Brokers Angkat Daya Wulandari Jadi Direktur Operasional

|Baca juga: OJK Catat 6 BPR Dicabut Izinnya hingga Kuartal I/2026. Ini Daftar Perusahaannya!

“OJK menegaskan pembangunan 5.000 Kampung nelayan Merah Putih (KNMP) hingga 2029 adalah peluang besar bagi industri asuransi untuk menyediakan perlindungan risiko, termasuk jiwa, kesehatan, dan usaha,” kata Irvan, kepada Media Asuransi, dikutip Jumat, 10 April 2026.

Menurutnya, program tersebut juga akan mendorong peningkatan literasi dan kesadaran nelayan terhadap pentingnya perlindungan asuransi, terutama melalui produk-produk yang sederhana dan terjangkau.

|Baca juga: Eskalasi Iran vs AS-Israel Berpotensi Menjalar ke Industri Keuangan RI, Bos OJK Kasih Warning Ini!

|Baca juga: Harga Saham Melejit dalam 2 Bulan, OJK Diminta Selidiki Dugaan Permainan Saham Gorengan!

“Program ini meningkatkan kesadaran nelayan akan produk asuransi mikro dan kolaborasi asuransi maritim,” tukasnya.

Ia menegaskan perusahaan asuransi harus mengoptimalkan peluang tersebut. Karenanya, dirinya menilai, diperlukan kerja sama strategis antara berbagai pihak, mulai dari perusahaan asuransi, pemerintah, hingga komunitas nelayan itu sendiri.

|Baca juga: OJK Awasi Khusus 14 Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun, Ini Alasannya!

|Baca juga: OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1.219 Triliun, Premi Tumbuh Tipis di Awal 2026

Skema yang paling relevan, menurut Irvan, adalah pendekatan asuransi mikro yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat pesisir. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi industri. Salah satunya adalah keterbatasan data risiko di sektor maritim yang menjadi dasar dalam penetapan premi.

“Tantangannya perlu mengatasi keterbatasan data risiko maritim untuk penetapan premi yang tepat, serta menyempurnakan regulasi asuransi di sektor ini,” pungkas Irvan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Begini Cara Menghadapi Bos yang Toxic Tanpa Korbankan Kesehatan Mental
Next Post Di Tengah Ketidakpastian Global, AllianzGI Tegaskan Prospek Pasar Masih Konstruktif

Member Login

or