1
1

Inilah Peluang Inovasi Produk Asuransi Hulu Migas

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana (kedua dari kiri) saat menyampaikan materi dalam acara Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa, di Jakarta, 5 Maret 2025. | Foto: Edi Santosa/Media Asuransi

Media Asuransi, JAKARTA – Peluang bagi perusahaan asuransi umum untuk berinovasi produk di lini bisnis asuransi hulu migas, masih terbuka lebar. Nantinya, asuransi di sektor minyak dan gas ini tidak terbatas pada apa yang sudah ada saat ini. Setidaknya, ke depan, ada empat inovasi produk asuransi migas yang dapat dikembangkan oleh perusahaan asuransi.

“Kita bicara asuransi hulu migas ini tidak hanya mengenai yang eksisting. Bicara future atau di masa depan, ada banyak peluang inovasi yang dapat dilakukan,” kata Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), Adi Pramana, dalam acara Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026: Potensi Besar Asuransi di Balik Peningkatan Produksi Migas, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

|Baca juga: Tugu Insurance (TUGU) Inisiasi Waste Management Program

Dia jelaskan empat peluang inovasi produk asuransi hulu migas yang dapat dikembangkan. Pertama, offshore & deepwater: risiko severity tinggi, limit of liability besar, butuh kapasitas reasuransi global. Kedua, environmental liability: tuntutan ESG dan risiko oil spill, regulasi lingkungan makin ketat, dan potensi klaim long-taill.

Ketiga, carbon capture yakni CCS (carbon capture and storage) atau CCUS (carbon capture utilization and storage): merupakan area baru dalam transisi energi, masih minim historical loss data, dan peluang early mover advantage. Keempat, cyber risk infrastruktur energi: offshore platform digitalized, ICD & SCADA exposure, dan risiko business interuption non-physical damage.

|Baca juga: Tugu Insurance (TUGU) Kembali Diganjar Rating A- dari AM Best

Carbon storage itu apa sih? Waktu kita bicara masalah environment kita coba capture CO2 yang ada di udara bebas ini, yang hasil polusi, nanti sebagian dari gas tersebut bisa juga kita alirkan kepada sumurnya untuk memperlancar minyaknya ke atas. Sebagian ada juga yang bisa di-storage di bawah dalam bentuk liquid dan di bawah bumi,” jelas Adi dalam acara yang diselenggarakan Energi Institute for Transition (EITS).

Menurut dia, untuk carbon storage ini di Indonesia baru ada satu projek. Untuk carbon storage ini, kita butuh kapasitas reasuransi besar. Projeknya lama, artinya ada potensi klaimnya dalam jangka panjang.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post TASPEN Mulai Salurkan THR 2026 bagi Penerima Pensiun
Next Post BI Luncurkan AKSI KLIK untuk Genjot Literasi Keuangan dan Perluas Akses Pembiayaan UMKM

Member Login

or