1
1

Investor Institusional Mulai Hengkang dari Pasar Modal, Begini Kata Bos Ajaib!

President Director Ajaib Juliana. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – President Director Ajaib Juliana menilai dinamika naik turun partisipasi investor di pasar saham merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dinilai hanya dari satu periode tertentu. Hal ini sejalan dengan porsi investor institusional yang mulai turun di pasar modal Indonesia.

“Iya kebetulan sekali memang kita juga mendapatkan informasi yang sama dari market outlook. Tapi kan volatilitas naik turun itu tidak bisa dilihat dari satu periode. Naik turun itu hal yang wajar,” kata Juliana, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, analisis terhadap tren partisipasi investor sebaiknya dilihat dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya, secara tahunan (yoy). Hal itu agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pasar.

|Baca juga: AAJI Minta Skema Iuran Penjaminan Polis Tak Memberatkan Nasabah

|Baca juga: DBS CIO 2Q26 Insights: Investor Disarankan Optimalkan Manajemen Risiko saat Konflik Memanas

Juliana mengakui berdasarkan data yang ada, jumlah investor institusional memang menunjukkan kecenderungan menurun. Meski demikian, ia menekankan, indikator yang perlu diperhatikan tidak hanya dari sisi jumlah investor, tetapi juga dari volume transaksi yang terjadi di pasar.

“Memang investor institusi menurun, demikian adanya berdasarkan data. Tapi juga kita bisa lihat apakah investor yang menurun tersebut dari sisi jumlahnya saja? Tapi bagaimana dengan volumenya,” jelasnya.

Dirinya mengaku tidak menutup kemungkinan meski jumlah investor institusional berkurang, namun nilai atau volume transaksi yang dilakukan justru tetap stabil atau bahkan meningkat.

Pendekatan serupa, lanjutnya, juga diterapkan oleh Ajaib dalam melihat perkembangan investor di platformnya. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah investor baru, tetapi juga pada aktivitas transaksi dari investor yang sudah ada.

|Baca juga: LPS Ungkap 25 Perusahaan Asuransi Dicabut Izinnya dalam 14 Tahun Terakhir

|Baca juga: GoTo dan Kemenhub Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis Lewat GoMudik

|Baca juga: AAJI Ingatkan Potensi Salah Persepsi Publik tentang Penjaminan Polis Asuransi

“Sama seperti yang kita bilang, kita (Ajaib) bukan cuma mengejar seberapa banyak akan terbuka lagi investor baru yang akan masuk ke Ajaib. Tapi juga kita melihat investor-investor yang sudah ada ini, transaksinya apakah meningkat atau tidak,” kata Juliana.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan partisipasi investor institusional domestik seperti industri asuransi komersial, dana pensiun sukarela, dan BPJS Ketenagakerjaan di pasar modal mengalami penurunan.

“Ini kita melihat bagaimana perusahaan yang investor institusional domestik termasuk perusahaan asuransi, dana pensiun, dan juga BPJS Ketenagakerjaan cenderung mengurangi investasi di pasar saham,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, beberapa waktu lalu.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Jiwa Beralih ke SBN saat IHSG-Rupiah Lesu, Bos Ajaib: untuk Dapatkan Pendapatan Lebih
Next Post Berikut 6 Rekomendasi Saham Pilihan di Awal Pekan

Member Login

or