Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri asuransi mampu terus tumbuh di tahun ini meski ketidakpastian tengah terjadi. Tidak ditampik, konflik di Timur Tengah hingga melemahnya nilai tukar rupiah serta tekanan terhadap pasar modal Tanah Air memberikan pengaruh tersendiri terhadap kinerja asuransi.
|Baca juga: 143 Juta Orang Diprediksi Mudik di 2026, OJK: Peluang bagi Industri Asuransi RI
Meski demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, kinerja asuransi terbilang positif. Bahkan, kanal distribusi keagenan dan bancassurance masih menjadi kontributor utama premi asuransi.
|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Pastikan Kesiapan Penuh Layanan Transaksi saat Libur Idulfitri 2026
Berdasarkan data Januari 2026, Ogi membeberkan, kanal distribusi keagenan dan bancassurance masih menjadi kontributor utama premi asuransi dengan porsi masing-masing sekitar 22,09 persen untuk keagenan dan 26,21 persen untuk bancassurance dari total premi asuransi jiwa melalui seluruh jalur distribusi.
|Baca juga: Bos Allianz: Perencanaan Perjalanan Penting agar Mudik Aman dan Nyaman
“Ke depan, kedua kanal tersebut diperkirakan tetap menjadi sumber utama pertumbuhan premi industri pada 2026,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Jumat, 20 Maret 2026.
|Baca juga: Berikut Penjelasan BI tentang Pembatasan Transaksi Valas
Ia menambahkan kanal bancassurance berpotensi tumbuh relatif stabil seiring dengan kuatnya basis nasabah perbankan dan integrasi layanan keuangan, sementara kanal keagenan masih memiliki peluang pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas agen serta perluasan penetrasi produk proteksi di masyarakat.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
