Media Asuransi, JAKARTA – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menargetkan pertumbuhan jumlah peserta sekitar 15 persen pada 2026. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan penetrasi ke segmen ritel dan pekerja informal yang selama ini kontribusinya masih terbatas.
Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah mengatakan target pertumbuhan tersebut membutuhkan waktu karena sejumlah program baru saja diluncurkan. Menurut dia, DPLK Avrist juga tengah menyiapkan kolaborasi untuk mempercepat perluasan kepesertaan, khususnya di segmen ritel.
“Kita total target pertumbuhan peserta (di 2026) sekitar 15 persen dari yang sebelumnya (2025) ya untuk ke depan,” ujar Firmansyah, dalam peluncuran SIPURNA by DPLK Avrist, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
|Baca juga: BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025
|Baca juga: DPLK Avrist Luncurkan Aplikasi SIPURNA untuk Sasar Pekerja Informal
Ia menjelaskan pengembangan segmen ritel dan informal membutuhkan upaya edukasi yang konsisten. DPLK Avrist menilai edukasi menjadi kunci agar masyarakat, terutama generasi muda, semakin sadar pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak dini.
Menurut Firmansyah, kontribusi peserta informal terhadap total kepesertaan masih tergolong kecil. Namun, pada 2026 segmen tersebut diharapkan dapat memberikan porsi yang lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Untuk informal menyumbang kalau kemarin tuh sangat kecil sekali masih di bawah 10 persenan, kita berharap bisa sekitar 20 persen,” kata dia.
|Baca juga: Konglomerat Edwin Soeryadjaya Borong Saham Saratoga (SRTG), Ini Rinciannya!
|Baca juga: Airlangga Sebut Gejolak Pasar Modal Jadi Momentum Perbaikan Bursa Saham
Sejalan dengan target tersebut, DPLK Avrist menyatakan akan mengambil langkah yang lebih agresif untuk menjangkau pekerja informal. Strategi yang ditempuh antara lain melalui peningkatan sosialisasi dan kerja sama dengan berbagai asosiasi.
“Kita akan lebih agresif, kita juga nanti akan lebih banyak sosialisasi,” ucap Firmansyah.
Sebagai informasi, hingga Desember 2025, DPLK Avrist mencatatkan aset kelolaan sebesar Rp1,32 triliun, tumbuh 9,24 persen secara tahunan, dengan total 29.253 peserta atau tumbuh 12,3 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
