Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara tidak menampik investasi yang dilakukan industri asuransi Tanah Air di pasar saham terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Namun, perbaikan dan transparansi yang dilakukan diharapkan bisa membalikkan tren tersebut.
“Memang acuan-acuan terpentingnya kami kan harus tetap disiplin dan tetap prudent. Karena kita tidak boleh langsung mengejar yield-nya. Mudah-mudahan dengan adanya reformasi (di pasar modal) ini, teman-teman sekarang mulai lihat bahwa bisa dioptimalisasi sekali lagi,” kata Yulius.
|Baca juga: Soal Danantara dan Demutualisasi BEI, Komisi XI Tegaskan Negara Tidak Cari Untung
Dirinya tidak menampik pasar saham memberikan imbal hasil yang menjanjikan. Meski demikian, kondisi tersebut juga diiringi dengan risiko yang tinggi pula. “Return yang paling optimal sebenarnya harusnya ada di saham. Tetapi risiko yang paling tinggi tentu juga ada di saham,” tukasnya.
Sebagai institusi risk management, Yulius menambahkan, industri asuransi sangat berhati-hati dan DAI mendorong seluruh anggota untuk tetap prudent dan disiplin saat berinvestasi, termasuk di pasar saham. Di sisi lain, DAI merespons positif upaya reformasi yang dilakukan regulator dan pihak terkait di pasar modal Indonesia.
“Sebagai institusi risk management, maksudnya asuransi, kami sangat hati-hati dan kami mendorong seluruh anggota untuk tetap prudent dan disiplin. Mudah-mudahan sekali lagi kita tetap optimistis hal ini akan menciptakan pilihan buat industri asuransi untuk investasikan dana yang cukup besar di pasar saham,” tuturnya.
|Baca juga: OJK Ajak Industri Asuransi hingga BPJS Ketenagakerjaan Kembali Ramaikan Pasar Modal
|Baca juga: Konflik Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz, OJK Soroti Ancaman Inflasi dan Volatilitas Pasar
Di sisi lain, DAI mendukung upaya reformasi yang dilakukan di industri pasar modal Indonesia. “Jadi, tentunya reformasi itu pasti kita dukung. Kenapa? Karena ada transparansi, governance, dan law enforcement yang lebih baik. Dengan membaik itu kan pasti lebih terpercaya,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan pada dasarnya strategi investasi asuransi berpatokan pada asset and liability management. Hal itu lantaran dana yang diinvestasikan di pasar modal bukan milik perusahaan asuransi dan harus dipertanggungjawabkan saat terjadi klaim atau jatuh tempo polis.
“Yang kadang-kadang memang jadi isunya adalah suka tidak meet and match soal periode dan waktunya,” tuturnya.
|Baca juga: Sujaya Dinata Pangestu Akhiri Kepemimpinan di Asuransi Cakrawala Proteksi
|Baca juga: Dwi Ary Purnomo Resmi Lepas Jabatan Komisaris BTN (BBTN)
Apabila transparansi dan governance pasar modal kian baik, ia menambahkan, industri asuransi bisa lebih tenang dan nyaman saat berinvestasi di pasar saham. Dirinya menegaskan reformasi yang dilakukan bakal meningkatkan kepercayaan diri dari industri asuransi atau para anggota DAI di Indonesia.
“Dengan ada transparansi seperti ini, kita jadi lebih yakin sebenarnya untuk mencoba masuk lagi kembali di pasar saham. Sekali lagi, reformasi pasti akan meningkatkan kepercayaan dari anggota kami, seluruh perasuransian untuk masuk ke pasar saham,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
