Media Asuransi, JAKARTA – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap perjalanan ibadah umrah dan haji. Harapannya eskalasi yang memanas bisa segera mereda demi kepentingan bersama.
Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia Hilman Simanjuntak mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan klaim dari nasabah yang terdampak situasi tersebut.
|Baca juga: Zurich Pede Hadapi New RBC, Rasio Solvabilitas Sudah Capai 300%
Menurut Hilman, klaim yang masuk berasal dari nasabah yang mengalami gangguan perjalanan akibat kondisi di kawasan tersebut. Meski demikian, seluruh pengajuan tetap diproses sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.
“Ya yang pasti dari sisi klaim ya, kita sudah mendapatkan beberapa laporan masuk dari nasabah-nasabah kita yang terdampak dari kejadian di Timur Tengah,” ujar Hilman, dalam Media Gathering, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
“Tentunya itu proses klaim itu akan berjalan sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku dan tim klaim Zurich selalu merespons dengan cepat,” tambahnya.
Dari sisi bisnis, Hilman menilai, dampak konflik terhadap permintaan asuransi perjalanan umrah masih belum terlihat secara signifikan. Ia menjelaskan situasi geopolitik memang berpotensi memengaruhi keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah, terlebih jika muncul travel warning dari otoritas terkait.
|Baca juga: Bos OJK Pamer Kekuatan Sistem Dana Pensiun RI di Forum OECD Financial Markets Week
|Baca juga: Zurich Prediksi Premi Travel Insurance dan Kendaraan Naik saat Lebaran 2026
Namun hingga saat ini, perusahaan belum melihat adanya penurunan yang signifikan karena konflik tersebut masih relatif baru terjadi. Bahkan pada awal tahun ini, bisnis asuransi perjalanan umrah masih mencatat pertumbuhan.
Hilman mengatakan perusahaan masih menunggu perkembangan hingga akhir kuartal pertama tahun ini untuk melihat dampak yang lebih jelas terhadap kinerja bisnis. Pasalnya, efek terhadap minat perjalanan biasanya baru terlihat setelah beberapa waktu.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa risiko perang atau konflik tidak termasuk dalam perlindungan standar polis asuransi perjalanan Zurich, baik untuk perjalanan umum maupun perjalanan ibadah seperti umrah. Risiko tersebut masuk dalam kategori pengecualian dalam polis yang berlaku.
|Baca juga: Perkuat Akses Informasi Pasar Modal Syariah, BEI Luncurkan Mode Syariah pada IDX Mobile
|Baca juga: Berikut Kegiatan Operasional BI saat Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026
Meski demikian, ia menilai, kondisi konflik saat ini tidak serta merta mengubah pola klaim asuransi perjalanan secara keseluruhan. Selama ini, klaim terbesar justru berasal dari gangguan perjalanan seperti keterlambatan penerbangan, perubahan jadwal, hingga masalah bagasi.
“Gini, secara overall bukan hanya karena kejadian ini aja, klaim dari travel-travel kita itu paling salah satu komponen yang paling besar itu adalah gangguan perjalanan. Jadi bisa karena delay, bisa juga karena perubahan jadwal,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
