1
1

Laba Industri Penjaminan Tergerus, Begini Respons Bos OJK!

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pada 2026 kinerja laba industri penjaminan dapat membaik. Hal itu seiring dengan upaya peningkatan volume penjaminan, penguatan kualitas analisis penjaminan, serta optimalisasi pengelolaan risiko dan penagihan subrogasi.

“Namun demikian, perkembangan kinerja tersebut tetap perlu dicermati dengan mempertimbangkan dinamika kondisi ekonomi dan faktor eksternal lainnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, dikutip dari jawaban tertulisnya, Jumat, 27 Maret 2026.

|Baca juga: Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta

|Baca juga: Siap-siap! BI Bakal Perketat Aturan Beli Dolar Mulai April, Ini Bocorannya!

|Baca juga: BI-Rate Tetap 4,75% di Maret 2026

Ia menambahkan penurunan laba industri penjaminan konvensional pada 2025 antara lain dipengaruhi oleh penurunan imbal jasa penjaminan seiring dengan menurunnya volume penjaminan. Selain itu, terdapat peningkatan beban operasional, termasuk biaya SDM dan klaim, yang turut menekan kinerja laba industri.

“Pada perusahaan penjaminan, pada Januari 2026 nilai aset tumbuh sebesar 1,96 persen yoy menjadi Rp47,51 triliun,” pungkas Ogi.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI Catat Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Tembus Rp10.089 Triliun di Februari 2026
Next Post Ramadan Dorong Konsumsi, Flip Perkuat Transaksi Belanja Online Lewat Flip Deals

Member Login

or