Media Asuransi, JAKARTA – Data internal Allianz Life Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan total klaim penyakit kritis di perusahaan tersebut mencapai Rp600 miliar. Tercatat 40 persen merupakan klaim berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun, yaitu kelompok usia produktif.
Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, risiko penyakit kritis kini semakin dekat dengan generasi aktif yang menjadi tulang punggung keluarga. Melihat urgensi tersebut, kebutuhan akan solusi perlindungan yang tidak hanya menanggung biaya medis, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendapatan keluarga, menjadi semakin mendesak.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana menjelaskan bahwa pihaknya menerima total total klaim penyakit kritis selama 2025 sebesar Rp 600 miliar dengan 2.600 kasus dalam satu tahun.
|Baca juga: Allianz Life Syariah Indonesia Ungkap Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Spin-Off
Menurutnya, jumlah kasus klaim penyakit kritis di Allianz pada 2025 lebih rendah dibandingkan 2024 tercatat sebanyak 2.800 kasus. Angka kasus penyakit kritis tersebut terbilang tinggi. “Yang mengejutkan, dari 2.600 kasus itu, 67 persen adalah tiga penyakit kritis, yaitu jantung, kanker, dan stroke. Yang mengejutkan lainnya, sekitar 40 persen dari total kasus itu terjadi pada usia di bawah 45 tahun,” papar Rina.
Pilar Jaga Jiwa
Dalam perspektif syariah, perlindungan terhadap risiko besar seperti penyakit kritis merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa sekaligus tanggung jawab terhadap keluarga. Ini adalah wujud komitmen Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) dalam mengimplementasikan Maqasid Syariah, khususnya pilar Jaga Jiwa, dengan menghadirkan solusi yang relevan dan bermanfaat.
|Baca juga: Kolaborasi Allianz Life Indonesia & HSBC Indonesia Luncurkan Smartwealth Dollar Equity Global Income Fund
Menjawab kebutuhan tersebut, Allianz Syariah menghadirkan AlliSya CI Hasanah, solusi perlindungan penyakit kritis berbasis syariah yang dirancang untuk menjaga stabilitas finansial keluarga melalui manfaat income replacement.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas menyampaikan, AlliSya CI Hasanah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga.
‘’Prinsip ini sejalan dengan Maqasid Syariah yang menegaskan pentingnya ikhtiar yang terencana dan bertanggung jawab, dengan tawakal sebagai landasan spiritual setelah upaya terbaik dilakukan, termasuk dalam membuat perencanaan keuangan yang matang,” tutur Elmie dalam peluncuran AlliSya CI Hasanah, Rabu, 5 Maret 2026.
Penyakit Kritis
Setiap orang tentu tidak menginginkan terkena penyakit apalagi termasuk kategori penyakit kritis. Hingga saat ini, penyakit kritis masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga terhadap stabilitas finansial keluarga.
Ketika risiko tersebut terjadi, yang terdampak bukan hanya kondisi medis, melainkan juga hilangnya penghasilan, terganggunya rencana keuangan, hingga perubahan kualitas hidup secara drastis.
Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat 408 ribu kasus kanker baru dan 242 ribu kematian di Indonesia sepanjang 2022, dengan proyeksi kenaikan kasus hingga 63 persen pada periode 2025–2040.
|Baca juga: Allianz Syariah Bayar Klaim Penyakit Kritis Rp600 Miliar di 2025, Dikontribusikan 3 Penyakit Ini!
Hal ini pernah dialami oleh Mohammad Tria Ramadhani, vokalis utama grup musik rock asal Indonesia, The Changcuters. Saat ini, pria kelahiran Padang, 43 tahun ini sebagai penyintas penyakit kritis.
Tria pada Agustus 2024 sempat dirawat di rumah sakit dan mengalami amnesia selama sekitar dua minggu dan kini kondisinya sudah membaik dan sekarang kembali aktif bermusik. Namun, saat Tria sakit tersebut berdampak sangat besar bagi keluarganya karena biaya pengobatannya menguras dana keuangan keluarga.
Pada sesi talk show di peluncuran AlliSya CI Hasanah, Tria Ramadhani membagikan pengalamannya menghadapi kondisi darurat kesehatan yang membawa dampak besar, tidak hanya secara emosional tetapi juga finansial. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan dapat datang tanpa diduga dan memengaruhi stabilitas keluarga secara menyeluruh.
‘’Kejadian itu membawa dampak besar untuk saya dan keluarga, bukan hanya secara emosional, tapi juga secara finansial. Pengalaman ini jadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang tiba-tiba kepada siapa saja,” ungkap Tria.
Tria mengakui sebenarnya dia bersama anak istri sudah memiliki beberapa jenis polis asuransi. Tetapi saat pandemi Covid-19, bebera polis dia tutup karena kondisi keuangan keluarga sedang turun. Dan, ternyata tiba-tiba dirinya terkena sakit yang membutuhkan dana besar. ‘’Sejak saat itu, saya kembali ambil asuransi untuk perlindungan diri sendiri dan keluarga. Adanya asuransi menjadi sangat penting, sebagai pelindung keuangan dari risiko tidak terduga yang bisa menguras tabungan,’’ tutur Tria.
|Baca juga: Allianz Group Adakan MoveNow Impact Fund
Di tempat yang sama, Financial planner Widya Prima menambahkan bahwa dalam perencanaan keuangan keluarga, dana darurat saja tidak cukup untuk menghadapi risiko besar seperti penyakit kritis. “Asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting untuk menjaga kelangsungan finansial ketika penghasilan terganggu akibat kondisi kesehatan,” jelasnya.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana menjelaskan bahwa AlliSya CI Hasanah dikembangkan dengan pendekatan fleksibel dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
Produk ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial. ‘’Dengan desain yang inklusif dan berbasis syariah, kami optimis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menjadi solusi proteksi penyakit kritis yang relevan untuk setiap tahap kehidupan,’’ kata Rina.
Asuransi AlliSya CI Hasanah memberikan manfaat-manfaat utama untuk perlindungan finansial nasabah:
- Fleksibel Manfaat Asuransi: Nasabah dapat memilih manfaat asuransi sesuai kebutuhan dan profil masing-masing, mulai dari manfaat tambahan seperti Hasanah Cash, Hasanah Booster, dan Hasanah Early CI, hingga asuransi tambahan Payor Syariah. Nasabah juga dapat memilih manfaat asuransi dasar sesuai preferensi, yaitu:
- Plan Lite — perlindungan untuk 3 penyakit/kondisi kritis, atau
- Plan Max — perlindungan untuk 77 penyakit/kondisi kritis.
- Fleksibel Masa Asuransi: Nasabah dapat menyesuaikan lama masa perlindungan sesuai kebutuhan masing-masing, tersedia dalam pilihan 20 atau 30 tahun.
- Kebaikan berlipat: Memberikan proteksi diri sekaligus menghadirkan nilai tolong-menolong serta kesempatan wakaf sebagai amal jariyah.
Dengan peluncuran AlliSya CI Hasanah ini, Allianz Syariah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern di tengah tantangan finansial masa kini. Produk ini hadir melindungi untuk setiap risiko kehidupan, baik saat terdiagnosis penyakit kritis maupun setelah penyembuhan. Asuransi AlliSya CI Hasanah hadir sebagai solusi nyata untuk melindungi nasabah di saat yang kritis dan memastikan masa depan diri sendiri serta keluarga tetap terlindungi.
Editor: Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
