1
1

Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia Hadirkan Manulife Ultima+

Wakil Presiden Direktur & Deputy CEO Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Novita Rumngangun. | Foto: Manulife Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia atau Manulife Indonesia meluncurkan Manulife Multigenerational Income Assurance+ atau Manulife Ultima+. Produk asuransi jiwa itu diharapkan bisa memberikan efek positif baik bagi perusahaan maupun masyarakat.

Seiring dengan semakin matangnya persiapan keluarga Indonesia dalam menghadapi proses transfer kekayaan yang signifikan serta harapan hidup yang lebih panjang, Manulife Ultima+ hadir untuk menjawab kebutuhan proteksi dan perencanaan waris multigenerasi yang terstruktur.

Produk ini mendukung keluarga dalam melindungi aset, mengatur distribusi kekayaan, memfasilitasi dukungan lintas generasi, hingga memastikan kesinambungan pendapatan bagi anak dan cucu.

Manulife Ultima+ menonjol melalui fitur transfer Pemegang Polis dan transfer Tertanggung, yang memberikan kendali penuh kepada nasabah dalam menentukan kapan dan kepada siapa kekayaan yang telah dibangun dapat diwariskan. Produk ini juga dirancang agar perlindungan tetap berlanjut meskipun terjadi risiko meninggal dunia.

Polis tidak berhenti, dan manfaat tunai tetap akan dibayarkan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan demikian, nasabah dapat memastikan kesinambungan perencanaan keuangan dan warisan bagi generasi berikutnya, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas dalam pengaturan proteksi jangka panjang hingga usia 120 tahun.

|Baca juga: Begini Penjelasan Alam Sutera (ASRI) tentang Belum Perbarui Data Pemilik Manfaat

|Baca juga: Perusahaan Asuransi Bermasalah Takkan Langsung Dilikuidasi Usai Lembaga Penjamin Polis Terbentuk

|Baca juga: Begini Penjelasan Alam Sutera (ASRI) tentang Belum Perbarui Data Pemilik Manfaat

Wakil Presiden Direktur & Deputy CEO Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Novita Rumngangun menjelaskan Manulife Ultima+ mencerminkan peran Manulife Indonesia dalam menyediakan solusi perlindungan dan perencanaan warisan untuk kebutuhan lintas generasi.

Ia menambahkan produk ini bukan hanya sekadar produk asuransi, tetapi juga solusi strategis bagi keluarga berpendapatan tinggi di Indonesia yang ingin memastikan bahwa warisan, dan kesejahteraan keluarga mereka terjaga dari generasi ke generasi.

“Kerja sama kami dengan Bank DBS Indonesia memungkinkan kami untuk menghadirkan solusi ini kepada pelanggan dengan pendekatan perencanaan keuangan yang lebih kuat dan holistik,” kata Novita Rumngangun, dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Director Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menambahkan Bank DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi wealth management yang terintegrasi –mulai dari proteksi, pertumbuhan aset hingga perencanaan jangka panjang lintas generasi.

“Melalui solusi proteksi seperti Manulife Ultima+, kami membantu nasabah mengambil keputusan finansial yang tepat, terencana dan terintegrasi serta didukung keahlian pasar, data insight yang cepat dan mendalam,” ujar Melfrida Gultom.

Peluncuran ini hadir di tengah pertumbuhan yang signifikan segmen High Net Worth Individuals (HMWI) di Indonesia. Laporan ”The Wealth Report Segment Wealth Sizing Model 2024” dari Knight Frank Global memproyeksikan hingga 2028, populasi Ultra High Net Worth akan bertumbuh 34,1 persen.

|Baca juga: Permata Bank (BNLI) Bukukan Laba Rp3,6 Triliun di 2025

|Baca juga: BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara, Begini Kata OJK!

|Baca juga: Permata Bank (BNLI) Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp163,3 Triliun di 2025

Pertumbuhan individu dengan kekayaan tinggi ini turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan solusi pengelolaan dan perlindungan aset yang semakin komprehensif.

Manulife Ultima+ adalah solusi komprehensif untuk perencanaan kekayaan jangka panjang dan multigenerasi, menawarkan perlindungan hingga usia 120 tahun untuk memastikan kelangsungan keuangan antar generasi.

Pelanggan dapat memilih dari opsi pembayaran premi yang fleksibel, yaitu pembayaran sekaligus atau secara berkala selama tiga atau lima tahun, sesuai dengan strategi keuangan individu.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Mandiri Institute: Penguatan Link and Match Kunci Optimalkan Momentum Perbaikan Tenaga Kerja RI
Next Post 10 Tradisi Imlek yang Tidak Boleh Dilewatkan

Member Login

or