1
1

Medix Hadirkan Aplikasi Berbasis AI untuk Tekan Biaya Klaim dan Tingkatkan Layanan Kesehatan di Indonesia

(kiri) Founder dan CEO Medix Global Sigal Atzmon dan Chief Business Officer Medix Global, Jonathan Sternberg (kanan) berfoto usai diskusi bertajuk ”Perspektif Medix Tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan di Jakartan (14/1). | Foto: Medix Global

Media Asuransi, JAKARTA – Medix perusahaan manajemen medis global menghadirkan model dan solusi baru dengan penerapan AI (Artificial Intellegence) untuk menekan inflasi biaya medis dan meningkatkan layanan kesehatan, sekaligus menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.

Founder dan CEO Medix Global Sigal Atzmon mengungkapkan hal tersebut dalam diskusi bertajuk ”Perspektif Medix Tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan”, Rabu, 14 Januari 2026.

“Di Medix, kami telah memanfaatkan AI dan analitik data yang dipadukan dengan sentuhan manusia untuk menghadirkan layanan kesehatan virtual yang personal, mulai dari navigasi perawatan, pencegahan, dukungan kesehatan mental, hingga menghubungkan pengguna dengan keahlian medis global melalui aplikasi kami,’’ jelas Sigal Atzmon.

|Baca juga: Biaya Medis di Asia Pasifik Diramal Melonjak 14% di 2026

Menurutnya, 2025 menjadi tahun sangat penting bagi Medix di Indonesia. ‘’Kami menjalin kemitraan baru dan meluncurkan aplikasi milik Medix yang sepenuhnya tersedia dalam Bahasa Indonesia. Aplikasi ini memanfaatkan solusi digital canggih untuk memastikan setiap konsumen di Indonesia dapat mengelola perawatan kesehatannya secara personal dan menyeluruh,’’ terangnya.

Ia menjelaskan bahwa AI dan digitalisasi secara keseluruhan bagi sistem kesehatan Indonesia terus berprogres dan telah memberikan dampak nyata. Baik pemerintah maupun sektor swasta meluncurkan berbagai inisiatif transformasi digital yang berfokus meningkatkan diagnosis, pengelolaan penyakit kronis, optimalisasi administrasi, serta perluasan akses layanan kesehatan.

‘’Selain itu, kami menelaah bagaimana AI dapat terintegrasi secara efektif dalam alur kerja klinis, dengan berperan aktif hanya saat dibutuhkan dan memperkuat pertimbangan klinis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tenaga medis yang didukung solusi AI cenderung melakukan lebih sedikit kesalahan, baik dalam proses diagnosis maupun dalam rekomendasi pengobatan,” ungkap Sigal.

Sigal menyebutkan kondisi sistem kesehatan Indonesia dan tren inflasi biaya medis terus meningkat sehingga masih menjadi tantangan signifikan dalam mewujudkan potensi Indonesia secara optimal.

|Baca juga: PERDOKJASI Luncurkan Dewan Penasihat Medis, Tonggak Baru Kedokteran Asuransi Indonesia

Ia menjelaskan berdasarkan data sejumlah sumber menunjukkan bahwa inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 19,8 persen pada 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan sebesar 13,2 persen pada negara Asia lainnya.

Sebagai antisipasi, hampir seluruh perusahaan asuransi kesehatan menyesuaikan harga produk mereka sehingga terjadi kenaikan premi yang signifikan, bahkan mencapai 100 persen untuk beberapa produknya. “Dengan berbagai tantangan tersebut, penerapan AI yang bertanggung jawab sekaligus terarah dapat mengatasi kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data sejumlah sumber menunjukkan bahwa inflasi biaya medis di Indonesia mencapai 19,8 persen pada 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan sebesar 13,2 persen pada negara Asia lainnya.

|Baca juga: Tak Bisa Lagi Sembunyi, Kemenkes Bakal Catat Riwayat Medismu dari Dalam Kandungan hingga Wafat!

Chief Business Officer Medix Global Jonathan Sternberg juga memperjelas pentingnya kualitas dan transparansi dalam layanan kesehatan.  “Solusi berbasis AI dan data mampu mentransformasi seluruh rantai nilai bagi konsumen kesehatan dan asuransi kesehatan. Kita perlu beralih dari sekadar mengejar tren inflasi biaya medis, menuju pemberian sarana bagi masyarakat untuk mengelola kesehatannya secara personal, transparan, dan berkelanjutan; mulai dari pencegahan, penanganan kondisi medis, hingga pemilihan layanan yang tepat. Dalam banyak kasus di Indonesia, pasien sebenarnya dapat dirawat dengan sangat baik di dalam negeri dengan biaya yang jauh lebih rendah dibanding di luar,” ucap Jonathan.
Terlepas dari performa ekonomi Indonesia yang mengesankan, terjadi inflasi terhadap biaya medis sebesar 13-20% per tahun yang menunjukkan ketidaksinambungan, ini berisiko membuat semakin banyak masyarakat tidak mampu mengakses perlindungan kesehatan yang memadai, alih-alih meningkatkan penetrasi asuransi.

“Saya sangat mengapresiasi bagaimana perusahaan asuransi serta Otoritas Jasa Keuangan secara aktif mengevaluasi tantangan ini. Kami menantikan untuk melanjutkan kolaborasi ini di tahun 2026 dan seterusnya, karena masih banyak pekerjaan penting yang perlu dilakukan,” jelasnya.

Klien Medix di Indonesia mencakup perusahaan asuransi terkemuka, perusahaan reasuransi, broker, serta korporasi besar.  ‘’Indonesia tetap menjadi salah satu pasar yang difokuskan Medix di Asia Tenggara. Kami berkomitmen untuk memastikan sistem kesehatan negara ini terus berkembang, dapat diakses semua orang, dan berkelanjutan,’’ ucap  Jonathan.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Permata Bank (BNLI) Pasang Target Kredit Konsumer Tumbuh 10% di 2026
Next Post Kenaikan Pajak Turis dan Larangan WN China Tekan Minat Wisata ke Jepang di 2026

Member Login

or