1
1

Melalui MarComm Summit 2024, AAJI Bersama Anggotanya Konsisten Kejar Pertumbuhan Berkelanjutan

(kiri) Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Novita Rumngangun bersama Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan, Iwan Pasila (kanan)usai menjadi Keynote Speech dalam MarComm Summit 2024 AAJI. | Foto: AAJI

Media Asuransi, JAKARTA– Perusahaan asuransi jiwa yang berada di bawah naungan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) konsisten melakukan berbagai langkah menuju pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Salah satunya dengan melakukan kegiatan MarComm Summit 2024 baru-baru ini di Jakarta, bersama 56 perusahaan dihadiri 132 peserta dari berbagai kalangan.

AAJI menyelenggarakan MarComm Summit 2024 mengambil tema “Redefining the Marketing Playbook for Sustainable Growth”. MarComm Summit sebuah forum strategis yang dirancang untuk membantu pelaku industri asuransi jiwa menghadapi ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap komitmen perusahaan tanggung jawab Environment Social Governance (ESG) dan pemenuhan SDG (Sustainable Development Goals).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Iwan Pasila, menyatakan bahwa kita tidak bisa menutup mata mengenai risiko yang kita hadapi.

|Baca juga: AAJI Ungkap Kunci Sukses Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Ciamik di 2025, Apa Saja?

Menurutnya, di regional dan seluruh dunia sedang menghadapi risiko yang sama. International Association of Insurance Supervisors (IAIS) menetapkan ada enam tema risiko yang sedang kita hadapi bersama dan risiko pertama adalah climate risk dengan dampak terbanyak di industri asuransi jiwa.

“Risiko climate terbesar di Asia meliputi bencana alam, risiko siber, serta kesenjangan dalam perlindungan seperti tabungan pensiun dan risiko longevitas. Kami mendorong penerapan ESG secara luas dan sosialisasinya kepada publik agar keberlanjutan menjadi agenda bersama, memastikan kesejahteraan masyarakat dan perkembangan industri yang berkelanjutan,” papar Iwan saat menjadi Keynote Speaker di MarComm Summit 2024.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya dapat dilihat dari sisi silo rekan-rekan marketing karena core business activity kita ada di tengah-tengah untuk mendukung customer kita. Jadi apapun yang dilakukan perusahaan asuransi, agen asuransi, distributor, back office, harus bisa dikomunikasikan kepada customer,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Novita Rumngangun, mengingatkan seluruh pelaku industri asuransi jiwa pada semester I/2024 tingkat penetrasi tercatat masih stagnan dari 2023 dengan angka 0,8 persen. Hal ini mengingatkan kita untuk terus beradaptasi dan inovatif mengingat kita masih tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

|Baca juga: Kinerja Industri Asuransi Jiwa Kuartal III/2024

“Melalui MarComm Summit 2024, AAJI ingin mengajak pelaku industri secara umum khususnya asuransi jiwa untuk mengharmoniskan profitabilitas dengan keberlanjutan dan teknologi, terutama kecerdasan buatan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, kita dapat bersama-sama menciptakan dampak positif yang lebih besar dan memastikan semakin banyak keluarga terlindungi serta kesejahteraan masyarakat dan Indonesia meningkat” ujar Novita.

Ketua Panitia MarComm Summit 2024, Roy Hendrata Gozalie menyatakan pada event tahun ini, kami mengintegrasikan pengalaman eco All The Way, secara end-to-end dengan mengedepankan konsep berkelanjutan mulai dari pemilihan venue, peralatan pendukung acara, merchandise yang dipilih, hingga perhitungan carbon footprint dari limbah yang dihasilkan setelah acara, semua ini merupakan satu langkah kecil di awal yang bila dilakukan bersama secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi industri khususnya industri asuransi jiwa.

MarComm Summit 2024 menjadi bentuk komitmen nyata asuransi jiwa dan lintas industri dengan pembahasan dari sisi regulasi, penyeimbangan profit, dampak dari lingkungan yang harus dikontrol, pemberdayaan perempuan, inisiatif green branding hingga bagaimana cara membawa inisiatif ESG menjadi konten yang bermakna. Dimulai dari langkah kecil namun dilakukan dengan kolaborasi untuk mencapai tujuan keberlanjutan bersama,” kata Roy.

Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka yang berbagi wawasan tentang cara membangun ekosistem bisnis yang tangguh dan berkelanjutan, antara lain:

  • Dr. Muhammad Ariono Margiono, PhD, Associate Professor in Management, Binus University, yang membahas tentang bagaimana EcoAI dapat menjadi pendorong keberlanjutan dalam operasional bisnis.
  • Orin Axel Setyadi, ESG Manager Carbonethics, memaparkan perihal pentingnya penerapan ESG dalam ekosistem industri asuransi yang secara terukur dan terstruktur.
  • Kendro Hendra, CEO & Founder PT InTouch Innovate Indonesia, yang secara praktis memaparkan perihal strategi dalam menghubungkan loyalitas pelanggan dengan upaya keberlanjutan yang dapat meningkatkan performa bisnis.
  • Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Ahli Vaksinasi, yang menyoroti kesehatan karyawan sebagai elemen kunci keberlanjutan bisnis.
  • Dian Suri, Founder & Designer Kunang Jewelry, mengangkat materi serta berbagi langkah nyata perihalperan dan pemberdayaan perempuan dalam sektor keberlanjutan.
  • Benjamin Handradjasa, CEO Adidas Indonesia, yang mengulas pembangunan citra merek ramah lingkungan yang kuat dan konsisten.
  • Didi Kaspi Kasim, Pemimpin Redaksi National Geographic Indonesia, memaparkan perihal strategi dalam pembuatan konten ramah lingkungan dalam pemasaran digital yang berkelanjutan.

Selain mengadakan diskusi panel, summit ini juga menampilkan inisiatif nyata seperti seremoni penyerahan bibit mangrove untuk ditanam sebagai simbol komitmen AAJI terhadap pelestarian lingkungan, serta peluncuran Insurance Sustainability Report (ISR) yang menyoroti kontribusi industri terhadap tujuan keberlanjutan.

|Baca juga: Kinerja Insurtech India Melonjak 12 Kali Lipat, tapi 45% Biaya Medis Masih Bayar Sendiri!

AAJI menjaga komitmennya dengan melakukan donasi mangrove secara rutin di 2024 pada bulan Mei, Agustus dan Desember ini. Kegiatan ini diperkirakan setiap tahunnya akan membantu penyerapan karbon dioksida hingga 58.597 kg karbon dioksida (CO₂) dan menghasilkan oksigen hingga 11.677 kg O₂.

“Selain donasi mangrove, AAJI juga telah melakukan donasi Lidah Mertua di Bandung dan rutin mengadakan workshop terkait ESG dengan harapan semakin banyak yang sadar bahwa pencemaran udara, air dan tanah memiliki dampak besar terhadap masa depan manusia khususnya di sektor kesehatan,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, belum lama ini.

Dalam workshop tersebut, Budi mengatakan bahwa kerusakan lingkungan terutama pencemaran udara, air, dan tanah memiliki dampak besar pada masa depan manusia, terutama di sektor kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penyakit pernapasan, masalah kulit dan kanker.

“Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 209 kejadian dengan 3,2 juta kematian per tahun di Indonesia disebabkan oleh gangguan dan sakit pernapasan akibat pencemaran lingkungan. Data beberapa tahun terakhir juga menunjukkan bahwa penyakit ISPA menjadi jenis penyakit peringkat lima teratas dengan klaim terbanyak” ungkapnya.

Dampak ini juga terlihat jelas pada kenaikan klaim kesehatan perorangan sebesar 25,9 persen year on year dengan nominal Rp13,4 triliun dan klaim kesehatan kumpulan sebesar 23,2 persen dengan nominal Rp7,44 triliun.

“Meski topik ESG masih terkesan masa depan, namun masa depan itu sudah dekat. Saat banyak industri belum sadar dan bertindak, mari kita jadi pelopor penerapan ESG. Kita bawa kebaikan bukan hanya bagi industri asuransi jiwa, tapi juga anak cucu. Mari ubah, sedikit demi sedikit, demi masa depan yang berarti,” tegas Budi Tampubolon.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Generali dan UNDP Ciptakan Alat Penilaian Risiko untuk Perkuat UMKM Thailand
Next Post Tokio Marine Kiln Tunjuk Penjamin Cyber Underwriter Baru

Member Login

or