1
1

Mengapa Polis Asuransi Perlu Dievaluasi Secara Rutin?

Ilustrasi Polis Asuransi. | Foto: Sequis Life

Media Asuransi, JAKARTA – Meninjau kembali polis asuransi secara berkala merupakan langkah penting untuk memastikan perlindungan yang dimiliki tetap relevan dengan kondisi hidup dan kemampuan finansial terkini. Seiring waktu, kebutuhan seseorang dapat berubah, baik dari sisi keluarga, penghasilan, maupun tujuan keuangan.

Namun, dalam praktiknya, masih banyak orang yang hanya fokus pada tahap awal pembelian asuransi. Setelah memilih produk, menandatangani polis, dan membayar premi, evaluasi lanjutan sering kali terabaikan. Padahal, tanpa peninjauan berkala, manfaat perlindungan bisa jadi tidak lagi sesuai dengan situasi terbaru.

|Baca juga: Pakar Keuangan Sarankan Cek Polis Asuransi Setidaknya Setahun Sekali

Dengan melakukan evaluasi polis secara rutin, pemegang asuransi dapat memastikan bahwa perlindungan yang dimiliki benar-benar mendukung rencana hidup, tujuan keuangan, serta memberikan rasa aman bagi keluarga.

 

Mengapa Perlu Meninjau Polis Secara Berkala

Perubahan dalam kehidupan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Baik perubahan yang membawa kebahagiaan maupun tantangan, semuanya dapat memengaruhi kebutuhan perlindungan asuransi.

Dilansir laman Manulife, berikut beberapa alasan penting untuk meninjau kembali polis asuransi antara lain:

  1. Memastikan relevansi pelindungan. Jumlah uang pertanggungan perlu dievaluasi apakah masih cukup untuk menutup biaya hidup keluarga jika terjadi risiko.
  2. Menyesuaikan dengan perubahan hidup. Pernikahan, kelahiran anak, atau peningkatan penghasilan dapat mengubah kebutuhan perlindungan dan pihak yang perlu dilindungi.
  3. Mengoptimalkan manfaat tambahan. Polis asuransi umumnya dapat dilengkapi dengan rider, seperti pelindungan penyakit kritis atau rawat inap, sesuai kebutuhan terbaru.
  4. Menghindari risiko underinsurance. Tanpa pembaruan, manfaat polis berpotensi tidak mencukupi untuk kebutuhan keuangan saat ini.

|Baca juga: Jangan Salah Paham, Ini Aturan Deductible yang Wajib Dipahami Pemilik Polis Asuransi!

Kondisi yang Memerlukan Peninjauan Polis

Ada sejumlah kondisi yang menjadi sinyal kuat bagi pemegang polis untuk melakukan evaluasi ulang asuransi, antara lain:

  1. Perubahan status keluarga. Menikah, memiliki anak, atau perceraian perlu diikuti dengan penyesuaian penerima manfaat dan jumlah pertanggungan.
  2. Perubahan penghasilan. Kenaikan penghasilan dapat menjadi alasan untuk meningkatkan pelindungan, sementara penurunan penghasilan mungkin menuntut penyesuaian premi agar tetap terjangkau.
  3. Perubahan tujuan keuangan. Ketika mulai mempersiapkan pendidikan anak atau dana pensiun, penting memastikan polis asuransi mendukung tujuan tersebut.
  4. Perubahan kondisi kesehatan. Munculnya risiko kesehatan baru bisa menjadi pertimbangan untuk menambah pelindungan, misalnya melalui rider penyakit kritis.

|Baca juga: Pengamat: Cakupan Perlindungan Program Penjaminan Polis Asuransi Harus Dipahami dengan Jelas!

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Meninjau Polis?

Meninjau polis asuransi tidak cukup hanya dengan membaca ulang dokumen. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperiksa secara menyeluruh, di antaranya:

  1. Jumlah uang pertanggungan. Pastikan manfaat yang tersedia cukup untuk menutup biaya hidup, utang, dan rencana keuangan jangka panjang.
  2. Nama penerima manfaat. Periksa apakah beneficiary sudah sesuai dengan kondisi keluarga terbaru.
  3. Manfaat tambahan. Evaluasi kebutuhan rider seperti pelindungan penyakit kritis, kecelakaan, atau rawat inap.
  4. Masa pertanggungan. Pastikan durasi pelindungan masih relevan, misalnya hingga anak mandiri atau memasuki usia pensiun.
  5. Premi dan kemampuan finansial. Jumlah premi perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini tanpa mengorbankan pelindungan utama.
  6. Syarat dan ketentuan. Perhatikan kembali pengecualian, prosedur klaim, dan ketentuan pencairan manfaat yang sering kali terlewatkan.

 

Risiko Jika Tidak Meninjau Polis

Menunda evaluasi polis asuransi dapat menimbulkan berbagai risiko di kemudian hari. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Manfaat tidak memadai. Uang pertanggungan terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  2. Penerima manfaat tidak relevan. Data beneficiary yang tidak diperbarui berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari.
  3. Pelindungan tidak lengkap. Kebutuhan proteksi tambahan tidak tercakup dalam polis.
  4. Beban premi tidak seimbang. Premi bisa terlalu berat bagi kondisi keuangan saat ini atau justru tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Fajrul

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 6 Hal yang Wajib Diperhatikan saat Mengevaluasi Asuransi di Awal Tahun
Next Post Tahun Baru Wajib Jadi Semangat untuk Kelola Keuangan, Begini 5 Cara Memulainya!

Member Login

or