Media Asuransi, GLOBAL – Laporan Reinsurance Market Dynamics Januari 2026 yang dirilis Aon menyebutkan modal reasuransi global tercatat meningkat lebih dari enam persen sepanjang kuartal III/2025 dan mencapai US$760 miliar per 30 September 2025. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan modal tradisional dan alternatif.
Dilansir dari Reinsurance News, Rabu, 7 Januari 2026, Aon mencatat total modal reasuransi global naik sekitar US$45 miliar dibandingkan dengan posisi akhir 2024. Dari jumlah tersebut, modal tradisional mencapai US$636 miliar atau tumbuh enam persen, sementara modal alternatif atau pihak ketiga meningkat hampir delapan persen menjadi US$124 miliar.
Menurut Aon, pertumbuhan modal tersebut ditopang oleh laba ditahan, kenaikan nilai obligasi yang belum direalisasikan, serta arus dana baru ke sidecar dan pasar obligasi bencana (catastrophe bond). Di sisi lain, investasi pada perusahaan reasuransi rintisan yang baru memperoleh peringkat masih tergolong terbatas sepanjang 2025.
Aon juga mencatat minat investor terhadap modal alternatif terus meningkat, yang turut menekan biaya retrocession dan memberi ruang bagi reasuradur tradisional untuk memperluas program sidecar dan obligasi bencana. Sepanjang 2025, penerbitan obligasi bencana mencetak rekor baru dengan total nilai lebih dari US$25 miliar.
|Baca juga: Penempatan Dana Pensiun di SRBI Capai Rp4,09 Triliun per Oktober 2025
|Baca juga: Perusahaan Asuransi Berbondong-bondong Investasi ke Aset Digital Usai Harga Bitcoin Melonjak
Dari sisi kinerja, Aon menyebut, sebagian besar reasuradur diperkirakan membukukan hasil yang solid pada 2025, meski dibayangi kerugian besar akibat kebakaran hutan di California pada awal tahun. Rata-rata combined ratio tercatat sebesar 91,0 persen pada sembilan bulan pertama 2025, masih sejalan dengan capaian tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, imbal hasil investasi tetap menjadi penopang kinerja. Rata-rata imbal hasil investasi tahunan berada di level 4,1 persen, dengan tambahan dorongan dari kenaikan nilai obligasi dan saham. Rata-rata Return on Equity (ROE) juga tercatat kuat di kisaran 16 persen.
Aon menilai tingkat permodalan reasuransi tradisional saat ini berada pada level yang sangat kuat dibandingkan dengan risiko yang ditanggung. Kondisi ini dinilai meningkatkan persaingan, menekan harga, sekaligus mendorong perusahaan mencari peluang pertumbuhan lain, termasuk melalui akuisisi strategis, inovasi produk, dan diversifikasi bisnis.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
