Media Asuransi, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan kinerja industri asuransi Indonesia dinilai tetap stabil hingga November 2025.
OJK mencatat kondisi industri masih terjaga dengan tingkat solvabilitas agregat yang tinggi di tengah tekanan perekonomian global dan domestik. “Kinerja industri perasuransian penjaminan dan dana pensiun PPDP secara umum tetap stabil dan terjaga, ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi,” ujar Ogi, dalam RDKB OJK, Jumat, 9 Januari 2026.
OJK mencatat total aset industri asuransi per November 2025 mencapai Rp1.194,06 triliun atau tumbuh 5,96 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini dinilai menunjukkan ketahanan sektor perasuransian nasional meski dihadapkan pada berbagai dinamika ekonomi.
Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp971,22 triliun dengan pertumbuhan 7,49 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan premi asuransi komersial sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai Rp297,88 triliun atau tumbuh 0,41 persen secara tahunan.
|Baca juga: Gerak Saham Alami Volatilitas, Manajemen Asuransi Harta Aman (AHAP) Berikan Tanggapan!
|Baca juga: Gerak Saham Alami Volatilitas, Manajemen Asuransi Harta Aman (AHAP) Berikan Tanggapan!
|Baca juga: Bank KB Indonesia (BBKP) Batalkan Pelaksanaan RUPSLB, Ada Apa!
Lebih lanjut, premi asuransi jiwa masih terkonsolidasi dan tercatat terkontraksi 0,75 persen secara tahunan menjadi Rp163,88 triliun. Di sisi lain, premi asuransi umum dan reasuransi tetap tumbuh sebesar 1,88 persen secara tahunan dengan nilai Rp134 triliun.
Permodalan industri asuransi komersial juga masih berada pada level solid. Secara agregat, asuransi jiwa mencatat Risk-Based Capital (RBC) sebesar 488,69 persen, sedangkan asuransi umum dan reasuransi sebesar 342,88 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan 120 persen.
“OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri PPDP dengan tetap memperkuat ketahanan sektor PPDP dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik,” pungkas Ogi
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
