Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada pekan lalu secara resmi meresmikan GRHA AAJI. Langkah itu dilakukan dalam acara peluncuran besar yang bertepatan dengan ulang tahun ke-24 AAJI.
Mengutip Asia Insurance Review, Kamis, 29 Januari 2026, Gedung GRHA AAJI, dengan luas lantai sekitar 4.204 m2, dirancang sebagai fasilitas modern untuk mendukung pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi industri, sekaligus berfungsi sebagai pusat kegiatan strategis AAJI.
“GRHA AAJI menegaskan komitmen industri asuransi jiwa untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, dan kolaborasi industri sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang,” kata AAJI dalam sebuah pernyataan.
Upacara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 orang. “Mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan GRHA AAJI sebagai pusat kolaborasi dan ekosistem asuransi jiwa nasional,” kata AAJI.
|Baca juga: Bos BI: Cadangan Devisa Menguat dan Rupiah Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Global
|Baca juga: BI Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit dan Tarif SKNBI hingga Juni 2026
|Baca juga: Purbaya Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Solid, Diramal Tumbuh 5,2% di 2025
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono, yang meresmikan peluncuran tersebut, mengatakan transformasi industri asuransi harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan.
“Regulasi yang kuat harus berjalan seiring dengan komitmen industri untuk membangun kualitas manusia,” tukasnya.
|Baca juga: KSSK Tegaskan Kinerja Pasar Saham RI Solid di Awal 2026
|Baca juga: Kinerja Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Terpantau Cemerlang di 2025
|Baca juga: Bos LPS Peringatkan Faktor Kepemilikan dan Operasional Jadi Risiko Keuangan BPR dan BPRS
Ia menambahkan seiring dengan semakin kompleksnya tantangan industri, asosiasi memainkan peran yang semakin strategis dalam mendorong peningkatan kualitas kolektif. Dirinya membayangkan Grha AAJI sebagai pusat keunggulan, pusat pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi pemangku kepentingan.
“Kita harus berkolaborasi dan bersinergi untuk mengembangkan industri asuransi yang sehat dan berkelanjutan yang peduli terhadap konsumen dan pemegang polis,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
