1
1

OJK Ramal Industri Dana Pensiun Tumbuh Double Digit di 2026

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono. | Foto: AAJI

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan industri dana pensiun baik dari program pensiun wajib maupun sukarela akan double digit pada 2026. Akan tetapi, industri dana pensiun diramal menghadapi sejumlah tantangan di dalam pengelolaan portofolio investasi.

“Penurunan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate akan berdampak pada potensi penurunan tingkat imbal hasil investasi yang bakal diperoleh industri dana pensiun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, dikutip dari jawaban tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menambahkan strategi alokasi aset yang optimal juga menjadi tantangan bagi dana pensiun di tengah pergerakan pasar keuangan yang sangat dinamis. Selain itu, pertumbuhan jumlah peserta juga menjadi tantangan tersendiri bagi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang harus melahirkan inovasi produk.

|Baca juga: Dapat Restu Buka Kantor di Dubai, Sun Life Siap Bidik Nasabah Tajir!

|Baca juga: Skema Public Private Partnership Jadi Kunci Penerapan Asuransi Wajib Bencana

|Baca juga: OJK Disebut Perlu Fokus Kaji Asuransi Bencana ketimbang Asuransi Wajib Perjalanan bagi Wisman

“Sehingga adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan digitalisasi dalam rangka efektivitas pengelolaan dana pensiun,” jelasnya.

OJK mencatat total aset industri dana pensiun per Oktober 2025 tumbuh sebesar 9,82 persen secara tahunan (yoy) dengan nilai mencapai Rp1.647,49 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,52 persen yoy dengan nilai mencapai Rp400,44 triliun.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post ENRG, PSAB, TPIA, dan WIFI Jadi Saham yang Dijagokan untuk Trading Hari Ini
Next Post Penempatan Dana Pensiun di SRBI Capai Rp4,09 Triliun per Oktober 2025

Member Login

or