Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kondisi pasar modal yang tertekan pada awal tahun secara umum dapat memengaruhi kinerja investasi pada produk unitlink berbasis saham dalam jangka pendek.
Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, hingga Januari 2026, klaim nilai tunai PAYDI justru tercatat menurun 3,69 persen secara tahunan (YoY), yang menunjukkan kondisi pasar saat ini belum signifikan mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis.
“Secara umum, produk unitlink tetap dirancang sebagai solusi proteksi yang disertai komponen investasi dengan perspektif jangka menengah hingga panjang,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Kamis, 19 Maret 2026.
|Baca juga: BI-Rate Tetap 4,75% di Maret 2026
|Baca juga: Perang Timur Tengah Picu Tekanan Global, BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah
|Baca juga: BI Pede Idulfitri Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Kuat di Kuartal I/2026
Berdasarkan data Januari 2026, premi produk unitlink tercatat sebesar Rp4,06 triliun atau sekitar 22,59 persen dari total premi asuransi jiwa, dengan pertumbuhan 6,56 persen secara tahunan (YoY).
Perkembangan ini, masih kata Ogi, menunjukkan kinerja unitlink mulai stabil setelah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penyesuaian seiring dengan penguatan regulasi dan perbaikan tata kelola produk.
“Ke depan, unitlink masih akan menjadi salah satu produk penting di industri asuransi jiwa, meskipun komposisinya kini lebih seimbang bersama produk asuransi kesehatan dan endowment yang juga mengalami peningkatan porsi. Struktur ini mencerminkan semakin beragamnya pilihan produk perlindungan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
