Media Asuransi, GLOBAL – Laporan dari Aon menyebutkan penggunaan teknologi digital atau sering dikenal dengan otomatisasi dapat menggantikan 43 persen tugas asuransi pada 2030. Sementara sebanyak 97 persen perusahaan asuransi juga mempercepat upaya otomatisasinya.
Melansir Insurance Asia, Kamis, 26 Maret 2026, perusahaan asuransi perlu memikirkan kembali strategi ketenagakerjaan mereka seiring dengan perubahan yang pesat dalam industri asuransi. Hal tersebut dinyatakan dalam laporan Aon bertajuk ‘Tiga Peran untuk Membangun Tenaga Kerja Generasi Berikutnya Asuransi‘.
Dalam laporan itu, profil talenta yang harus dikembangkan oleh perusahaan asuransi dinilai harus tetap kompetitif di tengah meningkatnya AI, otomatisasi, dan perkembangan risiko bisnis.
|Baca juga: Bos Allianz Syariah: Persaingan Industri Asuransi Syariah Makin Ketat, Inovasi Produk Jadi Kunci
|Baca juga: Bos OJK Sebut Klaim Asuransi Kesehatan Masih Terkendali di Awal 2026
Hal tersebut menjadikan strategi talenta sebagai pendorong utama profitabilitas. Perusahaan asuransi kini bersaing untuk mendapatkan keterampilan di berbagai bidang seperti analisis data, dunia maya, iklim, dan teknologi digital, dengan budaya dan proposisi nilai karyawan yang memainkan peran penting dalam menarik kandidat.
Sebesar 65 persen dilaporkan menarik diri dari proses perekrutan karena EVP atau budaya tempat kerja yang tidak menarik. Dalam laporan ini juga berhasil mengidentifikasi tiga profil bakat baru yang harus dikembangkan oleh perusahaan asuransi.
Praktisi Asuransi yang Dikonsep Ulang adalah peran tradisional seperti penjamin emisi dan aktuaris yang ditingkatkan dengan kemampuan digital dan AI, sering kali dengan keahlian hybrid di bidang ESG atau dunia maya.
Para Futuris Industri menerjemahkan risiko kompleks, termasuk iklim dan dunia maya, menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk perencanaan bisnis dan inovasi produk.
|Baca juga: Begini Imbauan Allianz Indonesia terkait Risiko di Tengah Konflik Timur Tengah
|Baca juga: Lianawaty Suwono Borong Saham BCA (BBCA), Tujuannya Demi Ini!
Change Orchestrator fokus mendorong transformasi di seluruh organisasi, menerapkan cara kerja baru, dan mendukung mobilitas dan peningkatan keterampilan talenta. Keahlian dalam bidang iklim dan ESG semakin dibutuhkan, sementara keterampilan hibrida dalam asuransi iklim semakin langka.
Lebih jauh, Aon menyarankan perusahaan asuransi untuk menyelaraskan strategi talenta dengan tujuan bisnis, mengadopsi perencanaan tenaga kerja berbasis data, dan berinvestasi dalam pelatihan ulang keterampilan untuk mengamankan pertumbuhan di masa depan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
