1
1

Pandemi Covid-19 Jadi Pemicu Banyak Warga India Mulai Aktif Mencari Asuransi Perjalanan

Ilustrasi. | Foto: Insurance Asia/Vlad Deep from Unsplash

Media Asuransi, GLOBAL – WanderSafe Report 2025 yang dirilis ICICI Lombard General Insurance mencatat sebanyak enam dari 10 warga India kini aktif mencari asuransi perjalanan. Kemudian, sembilan dari 10 warga India telah mengetahui keberadaan asuransi perjalanan.

Dikutip dari Insurance Asia, Kamis, 18 Desember 2025, namun laporan mengungkapkan tingkat pemahaman dan minat kepemilikan produk tersebut masih tergolong rendah. Hampir setengah wisatawan yang memiliki minat rendah terhadap asuransi perjalanan menyatakan kurang memahami manfaat perlindungan yang ditawarkan.

Selain itu, sekitar sepertiga responden mengaku khawatir terhadap biaya, sementara seperlima lainnya menilai asuransi perjalanan tidak memberikan manfaat bagi perjalanan mereka.

|Baca juga: BTN (BBTN) Bukukan Laba Bersih Rp2,91 Triliun hingga November 2025

|Baca juga: Bos BI Yakin Rupiah Tetap Terkendali Didukung Inflasi Rendah hingga Membaiknya Perekonomian

|Baca juga: Bos BI Kembali Minta Industri Perbankan Turunkan Suku Bunga Lebih Cepat

Minat terhadap asuransi perjalanan meningkat setelah pandemi covid-19. Sebanyak enam dari 10 wisatawan kini secara aktif mencari asuransi perjalanan, meningkat dibandingkan dengan periode sebelum pandemi yang sebesar 54 persen.

Laporan tersebut juga menyebutkan wisatawan mengaitkan asuransi perjalanan dengan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, biaya perawatan medis, pembatalan penerbangan, kehilangan bagasi, serta perlindungan aktivitas petualangan.

Klaim yang paling banyak diajukan meliputi biaya medis, pembatalan perjalanan, keterlambatan, kehilangan bagasi, serta kehilangan dokumen perjalanan. Penolakan klaim umumnya disebabkan oleh pengecualian polis, deductible, atau ketentuan polis yang tidak terpenuhi.

Berdasarkan preferensi destinasi, wisatawan dari kelompok Gen Z, Milenial, dan Gen X, dengan komposisi 63 persen laki-laki dan 37 persen perempuan, cenderung memilih destinasi di kawasan Asia. Faktor pendukung utama adalah kemudahan proses visa dan konektivitas.

Laporan tersebut juga mencatat perbedaan minat antar generasi. Wisatawan Gen Z dan Milenial menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap destinasi jarak jauh seperti Australia serta kawasan Eropa dan Inggris dibandingkan Gen X.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Malaysia Diramal Tembus US$3,3 Miliar di 2030
Next Post Sah! Hans Patuwo Jadi Bos GoTo Gantikan Patrick Walujo

Member Login

or