Media Asuransi, GLOBAL – Business Research Company mengungkapkan kecerdasan buatan generatif atau Artificial Intelligence (AI) dalam asuransi diperkirakan mencapai US$1,4 miliar pada 2025. Berdasarkan pasar, kemungkinan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 28,5 persen dengan menghasilkan US$4,8 miliar pada 2030.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 20 Januari 2026, teknologi khusus tersebut saat ini digunakan oleh perusahaan asuransi untuk mengotomatiskan tugas-tugas bervolume tinggi seperti memproses klaim, mengidentifikasi dokumen palsu, dan menghasilkan penawaran polis yang dipersonalisasi.
|Baca juga: United Tractors (UNTR) Rampungkan Buyback Saham Rp2 Triliun, Realisasi Capai 99%!
|Baca juga: Manajemen Maximus Insurance (ASMI) Buka Suara terkait Fluktuasi Saham
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Salurkan Kredit Rp10,64 Triliun dari Dana Rights Issue Rp11,9 Triliun
Dengan menggunakan pembelajaran mesin untuk menganalisis kumpulan data yang besar, perusahaan asuransi dapat menilai risiko dengan lebih akurat dan mempercepat layanan bagi pemegang polis individu dan komersial.
Data industri terkini menunjukkan pengguna awal merasakan keuntungan operasional yang signifikan, termasuk pengurangan biaya penerimaan pelanggan baru sebesar 20 persen hingga 40 persen dan peningkatan pertumbuhan premi sebesar 15 persen melalui penargetan pelanggan yang lebih baik.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
