1
1

Pasar Asuransi Gigi Diperkirakan Meroket hingga 2033, Ternyata Ini Penyebabnya!

Ilustrasi. | Foto: vector4stock/Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Market Data Forecast menyebutkan kinerja pasar asuransi gigi kemungkinan mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 9,5 persen dari 2025 hingga 2033.

Melansir Insurance Asia, Kamis, 12 Februari 2026, dalam laporan tersebut juga disebutkan pasar diperkirakan menghasilkan US$233,8 miliar pada 2024, dan US$256,0 miliar pada 2025, serta US$529,2 miliar pada 2033.

Salah satu pendorong utama pasar asuransi gigi adalah meningkatnya biaya perawatan gigi, yang menyebabkan banyak orang mencari perlindungan asuransi untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan sendiri.

Prosedur perawatan gigi, seperti penambalan gigi, pemasangan mahkota gigi, dan perawatan saluran akar, bisa memakan biaya yang mahal, terutama di negara-negara di mana layanan kesehatan gigi tidak tercakup dalam asuransi kesehatan umum.

|Baca juga: APPARINDO Perkuat Kepatuhan saat Aturan Industri Asuransi Kian Ketat

|Baca juga: APPARINDO Fokus Perkuat Riset dan Kolaborasi untuk Tingkatkan Peran Pialang Asuransi

|Baca juga: OJK Bidik Skema Penjaminan Polis Asuransi Bencana Rampung di 2027

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mulut merupakan pendorong utama pertumbuhan pasar asuransi gigi. Bahkan dalam kampanye pendidikan masyarakat telah menyoroti hubungan antara kesehatan mulut dan kesejahteraan secara keseluruhan dengan mendorong lebih banyak orang untuk mencari perawatan gigi preventif.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melaporkan hampir 3,5 miliar orang di seluruh dunia menderita penyakit mulut, sehingga kesehatan mulut menjadi perhatian penting.

Hal tersebut yang membuat masyarakat lebih cenderung mencari asuransi yang mencakup perawatan pencegahan seperti pembersihan dan pemeriksaan karena mereka menjadi lebih sadar akan risiko yang terkait dengan masalah gigi yang tidak diobati, tambah laporan tersebut.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Analis Rekomendasikan BUY untuk Saham BSI (BRIS), Ini Penyebabnya!
Next Post Survei: Gen Z Paling Sadar tentang Lingkungan, tapi Generasi Tua Lebih Rajin Bertindak

Member Login

or