Media Asuransi, GLOBAL – Investasi pada perusahaan teknologi asuransi meningkat tajam pada 2025 dengan investasi global yang didukung ekuitas swasta dan modal ventura di insurtech mencapai US$15,15 miliar. Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan US$7,05 miliar yang tercatat pada 2024.
Melansir Insurance Asia, Kamis, 29 Januari 2026, meskipun nilai investasinya lebih tinggi, namun jumlah kesepakatan turun menjadi 166 dari 215 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini, menurut laporan S&P Global Market Intelligence, mencerminkan konsolidasi yang sedang berlangsung di sektor ini.
Direktur Merger dan Akuisisi Asuransi West Monroe Capital David Crofts mengatakan lebih sedikit target yang tersedia dan persaingan yang lebih kuat bagi perusahaan-perusahaan insurtech yang sudah mapan telah mendorong penilaian mendekati penilaian yang terlihat di sektor perangkat lunak yang lebih luas.
Salah satu transaksi terbesar terkait asuransi melibatkan perjanjian EQT AB untuk mengakuisisi perusahaan sekunder Coller Capital Ltd yang berbasis di London senilai US$3,2 miliar. Kesepakatan itu diharapkan selesai pada kuartal ketiga 2026 dan State Street pemegang saham minoritas di Coller akan menjadi pemegang saham di EQT.
|Baca juga: Naik 4,9%, BCA (BBCA) Bukukan Laba Rp57,5 Triliun di 2025
|Baca juga: KSSK Tegaskan Kinerja Pasar Saham RI Solid di Awal 2026
|Baca juga: Kinerja Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Terpantau Cemerlang di 2025
Di sisi pasar menengah, aktivitas juga berlanjut pada layanan asuransi. BV Investment Partners mengakuisisi Alacrity Network Solutions, unit perbaikan terkelola dari penyedia layanan manajemen klaim asuransi Alacrity Solutions Group, karena perusahaan ekuitas swasta mempertahankan minatnya pada aset asuransi berbasis operasional dan layanan.
Penggalangan dana tetap aktif sepanjang tahun ini, dengan beberapa perusahaan ekuitas swasta menutup atau meluncurkan kendaraan baru yang menargetkan investasi yang berfokus pada teknologi, layanan kesehatan, dan perangkat lunak, sektor-sektor yang terus tumpang tindih dengan strategi asuransi dan insurtech.
|Baca juga: KSSK Sebut Kinerja Industri Multifinance hingga Pindar Tetap Tangguh
|Baca juga: Dihantam Gejolak Global, KSSK Sebut Penerimaan Perpajakan Baru Capai 89% di Kuartal IV/2025
|Baca juga: Tembus Rp744 Triliun, KSSK Catat Pembiayaan APBN 2025 Melonjak di Atas Target
Sementara itu, megadeals ekuitas swasta mencapai rekor tertinggi pada 2025, didukung oleh permintaan investor yang kuat dan sejumlah besar modal yang belum dikerahkan, menurut data dari S&P Global Market Intelligence.
Lebih lanjut, terdapat 22 akuisisi yang didukung ekuitas swasta dan modal ventura senilai US$5 miliar atau lebih sepanjang tahun ini, dengan nilai kesepakatan gabungan sebesar US$311,08 miliar. Angka ini melampaui puncak sebelumnya yang tercatat pada 2021.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
